Menhub: Corona Tak Setop Infrastruktur Transportasi

oleh -51 views
oleh

UPDATESULSEL– Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pembangunan infrastruktur dan jaringan transportasi di berbagai wilayah di Indonesia tak terhenti meski penyebaran covid-19 belum bisa dikendalikan.

Salah satunya, revitalisasi terminal. Ia mengatakan kegiatan revitalisasi terminal tetap berjalan di tengah pandemi.

Ia mencontohkan terminal yang revitalisasinya tetap berjalan adalah Tirtonadi, Solo. Terminal tersebut akan disulap menjadi hub transportasi sekaligus tempat kreasi dan berkumpul atau kongko anak muda di kota tersebut.

“Kami membangun terminal-terminal ada di Cirebon ada di Tirtonadi di Surakarta yang kami akan revitalisasi menjadi tempat perkumpulan anak-anak muda di sana,” ujarnya dalam webinar yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (19/8).

Selain itu, lanjut Budi, Kemenhub juga tengah menyelesaikan pengembangan 12 pelabuhan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Empat di antaranya, yakni Pelabuhan Simanindo, Ambarita, Muara, dan Tigaras telah dilakukan pengembangan sejak 2019 dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Selanjutnya ada tiga pelabuhan lainnya yakni Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging, dan Balige. Pelabuhan itu telah dibangun pada 2019 dan diperkirakan rampung tahun depan.

Kemudian terdapat pula empat pelabuhan lainnya yakni Pelabuhan Silalahi, Sipinggan, Onan Runggu dan Porsea yang baru mulai dibangun tahun ini dan satu pelabuhan yakni Ajibata yang proses pembangunannya telah rampung sejak dimulai 2018.

“Jadi seperti disampaikan presiden penting kami lakukan dan Kemenhub berkomitmen melakukan hal tersebut dan insyaallah bisa terlaksana tidak saja hanya di perkotaan tetapi sampai tersebar ke seluruh wilayah,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menuturkan pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dapat berkontribusi signifikan ke perekonomian nasional dan karena itu perlu terus digenjot. Ia menuturkan berdasarkan satu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Indonesia (UI) kenaikan 1 persen infrastruktur jalan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8 persen.

“Karenanya sangat penting bangun infrastruktur jalan baik dalam investasi pemerintah, maupun swasta dalam proyek KPBU. Koneksitas jalan juga jadi komponen penting untuk dorong transformasi ekonomi ke sektor manufaktur dan jasa,” tandas Luhut. (Kiki)