Melepas Dukungan Golkar Dinilai Keputusan yang Beresiko Bagi DP di Pilwali Makassar

oleh -1.031 views
Andi Luhur Prianto

UPDATESULSEL.COM- Menanggapi resminya bakal calon Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) sebagai bakal calon Walikota usungan partai NasDem, dinilai beresiko bagi DP untuk bertarung pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar, 9 Desember mendatang.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makasar Andi Luhur Prianto menjelaskan posisi, DP untuk bertarung di Pilwali Makassar masih rawan. Sebab, DP melepaaskan diri menjauh dari dukungan partai Golkar.

“Posisi DP masih rawan, surat rekomendasi dari NasDem sebenarnya juga merupakan surat pelepasan dukungan bagi Golkar. Melepas dukungan Golkar merupakan keputusan yang berisiko bagi masa depan DP di kontestasi Pilwali. Kecuali Nasdem bisa mencukupkan syarat dukungan. Golkar tentu akan beraksi juga, dan akan berhadapan Nasdem dalam membangun gerbong koalisi baru,” kata Andi Luhur Prianto, Kamis (25/6/2020).

DP yang dipasangkan dengan istri ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse yakni, Fatmawati Rusdi akan menjadi jawaban jika, DP menyerahkan masa depan politiknya pada elite NasDem.

“Reputasi dan kekuatan jejaring politik Rusdi Masse di uji. Apakah ia cukup serius mendorong pasangan DP-Fatmawati Rusdi. DP telah menyerahkan masa depan politiknya pada elit partai Nasdem. Rekomendasi Nasdem akan sia-sia, jika tak mampu mencukupkan syarat dukungan. Tinggal kita liat, siapa yang bertanggung jawab mencukupkannya,” ungkap kata Andi Luhur Prianto.

DP saat ini memiliki beban politik besar, yang mana harus mencukupkan koalisi parpol pengusung. Jika tidak, NasDem menganggap DP gagal dan akan beresiko ditinggalkan NasDem.

“Beban utamanya ada pada DP. DP harus membangun komunikasi politik baru, di lintasan akhir dukungan koalisi partai politik. Kalau misalnya tidak mampu mencukupkan syarat dukungan, maka rekomendasi NasDem bisa beralih ke calon yang lain,” jelas, Andi Luhur Prianto. (Wan)