Formappi Desak Bongkar Pendapatan Anggota DPR

oleh -36 views

UPDATESULSEL.NEWS – Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai keberanian Anggota  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PDIP,  Krisdayanti dalam membeberkan soal pendapatan anggota dewan patut diapresiasi.

Peneliti Formappi Lucius Karus menilai, selama ini masyarakat menunggu keterbukaan informasi tekait jumlah pendapatan dan tunjangan anggota DPR yang selalu ditutupi rapat-rapat.

“Saya kira sudah cukup lama kita menunggu ada anggota DPR yang bisa memberitahukan kepada publik berapa pendapatan dan tunjangan yang  dia peroleh dari jabatan sebagai anggota DPR,” jelas Lucius dalam diskusi daring bertajuk: Gaji dan Kinerja Wakil Rakyat yang Terhormat, Sabtu, 18 September 2021.

Lucius menerangkan selama ini sulit bagi rakyat untuk mengetahui berapa besaran gaji yang diterima oleh seorang anggota DPR, lantaran para dewan senayan itu tak pernah mau terbuka soal pendapatan yang mereka terima.

Ketika ditanya perihal gaji, anggota DPR acapkali  mengelak jawaban pasti sambil memberi narasi jawab di luar substansi pertanyaan.

“Tapi setelah Krisdayanti menyebut angka-angka itu, lalu kita semua, kan, jadi terkejut. Bukan karena kita baru tahu kalau DPR punya begitu banyak tunjangan, tapi ternyata memang angkanya itu sangat fantastis mencapai Rp450 juta,” ujarnya.” ujarnya.

Lebih lanjut Lucius  juga menjelaskan, salah satu peruntukan digelontorkan anggaran hingga ratusan juta adalah agar anggota DPR bisa melaksanakan kegiatan bersama rakyat sehingga bisa menyerap aspirasi mereka.

Anggota DPR menjalankan fungsi representasi untuk melakukan penyerapan aspirasi dari daerah pemilihannya (dapil) dengan anggaran yang ada.

Namun kemudian, ia mempertanyakan seberapa banyak kebijakan di DPR yang lahir dari hasil perjuangan aspirasi yang dilakukan oleh anggota dewan.

“Saya kira mungkin dengan hitungan jari pun itu tidak akan cukup, untuk kemudian menghitung aspirasi yang kemudian teraktualisasikan melalui kebijakan-kebijakan DPR,” ujarnya.

Mendapat gaji besar tapi berbanding terbalik dengan hasil kinerja, tak heran bila kemudian publik terkejut.

“Karena dengan angka segitu besar tidak pernah kemudian terwujud melalui hasil kerja yang maksimal,” jelasnya. (*)