Dua Lembaga Survei Appi-Rahman Bikin Bingung Masyarakat, tak Mampu Hadirkan Politik Mendidik?

oleh -103 views

UPDATESULSEL– Jelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Makassar yang bakal digelar, 9 Desember mendatang, sejumlah lembaga survei merilis hasil survey untuk mengetahui elektabilitas masing-masing pasangan calon.

Dimana diketahui pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) paling gencar mengeluarkan hasil survei elektabilitasnya dalam mengait dukungan.

Namun yang paling mengherankan dua lembaga survey yang dimiliki paslon Appi-Rahman justru sangat jauh berbeda hasil, sebut saja Polmark Indonesia dan Indeks Politica Indonesia (IPI).

Beberapa waktu lalu publik dikejutkan oleh meme hasil survei Polmark Indonesia yang memenangkan pasangan Appi-Rahman di posisi 37,7% mengungguli paslon lain, namun kemudian hal itu dibantahkan oleh CEO dan Direktur Riset lembaga tersebut.

Menurut CEO Polmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah dirinya tidak pernah membantah soal kerjasama dengan dengan Erwin Aksa (EA) tetapi hanya membantah meme yang mengatasnamakan lembaga surveinya merilis hasil survei yang tidak akurat.

Padahal, lanjutnya lembaga survei miliknya belum pernah sama sekali melakukan survei pada bulan Agustus 2020.

“Berita mengenai bantahan saya terhadap meme hasil survei Kota Makassar karena tidak akurat. Yang saya bantah adalah bahwa kami bukan pembuat meme itu. Saya juga membantah isi meme tersebut karena tidak akuratnya data/keterangan di dalamnya,” kata Eep dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Kemudian, menjelang penetapan calon muncul survei elektabilitas yang dirilis oleh Indeks Politica Indonesia (IPI) dengan hasil Appi-Rahman berada di posisi angka 34,38%.

Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir mengatakan IPI melakukan survei terakhir pada bulan Agustus 2020, dengan melibatkan 1.530 responden diseluruh kelurahan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error +/- 2,5%.

Hal mengejutkan juga terjadi, pasalnya Suwadi mengakui survei yang dilakukan sejak Oktober 2019 hingga Februari 2020 adalah survey perorangan.

“Survei simulasi pasangan kami juga lakukan mulai Juni 2020, namun bukan dengan komposisi pasangan yang kita ketahui sekarang ini. Kecuali Appi-Rahman dan DILAN yang memang sejak Juni tidak pernah merubah pasangannya,” ungkapnya.

Sehingga bisa dipastikan, survei yang dilakukan IPI terhadap pasangan Calon Danny-Fatma (ADAMA) serta None-Zunnun (IMUN) belum final, karena hanya melalukan survei kepada pasangan calon Appi-Rahman dan Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN).

(Abu)