Prestasi Bukan Jaminan Menahan Turunnya Elektabilitas Danny Pomanto, Pakar Ingatkan Nilai Budaya Orang Bugis Makassar

oleh -820 views
oleh
Moh Ramdhan'l 'Danny' Pomanto (DP)

UPDATESULSEL-  Menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar tahun 2020 seluruh bakal calon dituntut menyiapkan program yang mampu membawa solusi bagi masyarakat menghadapi tantangan pasca Covid-19.

Artinya masyarakat tidak butuh jualan prestasi lagi, melainkan terobosan baru untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan hidup baru.

Bakal calon Walikota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) masih memilih menjual prestasinya sebagai jualan politiknya menghadapi Pilwali Makassar. Hal itu memperlihatkan, DP tidak memiliki terobosan baru atau tawaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menyebutkan prestasi yang selama ini dijadika jualan politik, DP tergantung pada tepat atau tidak tepatnya sasaran kepada masyarakat

“Itu tergantung dari intervensi program politik yang dilakukan oleh DP. Kalau misalnya program politik yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan ekspektasi publik, maka akan bisa menahan laju penurunan trendnya,” kata, M. Asratillah, Rabu (29/7/2020).

M. Asratillah mengungkapkan dalam sisa waktu yang ada dari pelaksana Pilwali Makassar ditambah masa sulit bagi masyarakat menghadapi Covid-19 jika, DP perlu kerja keras jika ingin memenangkan Pilwali Makassar.

“Tapi dengan melihat sisa waktu yang ada, kemudian situasi yang sementara pandemi dimana interaksi sosial pasti akan terbatas, dan interaksi di runag publik yang tidak leluasa. Sepertinya Danny Pomanto (DP) perlu kerja keras untuk menahan trend penurunan elektabilitasnya,” ungkap, M. Asratillah.

Dirinya menyarankan agar, DP mengintropeksi dirinya dengan gaya komunikasi politik yang dinilai banyak kalangan politisi dan tokoh masyarakat bahwa, DP tidak konsisten dan tidak komitmen.

“Pak Danny Pomanto (DP) juga mesti menginstropeksi diri soal model komunikasi politiknya, tidak ada salahnya seorang politisi senantiasa bersikap low profile. Mengingat ada nilai-nilai budaya di Kota Makassar yang masih kita junjung bersama. Maka publik akan lebih simpati pada figur yang santun dalam berkata-kata,” jelas, M. Asratillah. (Wan)