Iklan Digital Menggeliat di Tengah Pandemi Corona

oleh -91 views

UPDATESULSEL– Sekjen Asosiasi Perusahaan Pengiklan Indonesia (Appina) Musa Chandra mengatakan, selama masa pandemi virus corona (Covid-19) terjadi adaptasi kebiasaan baru beriklan. Ini menurut hasil lembaga survei global Nielsen.

Okupansi iklan di media digital pada semester I 2020 mencapai 20 persen. Namun, secara per bulannya pemasang iklan di media digital mencapai 24 persen pada bulan Juni 2020.

“Kalau kita lihat memang perkembangan digital sangat cepat. Jika dilihat dari 2019, komposisinya 27 persen. Sementara di 2020 semester 1 long okupansi 20 persen. Kalau lihat per bulannya, di bulan Juni komposisi digital mencapai 24 persen average 20 persen,” katanya, Jumat (24/7/2020).

Sedangkan, pemasang iklan dengan model print atau cetak, lanjut Musa, terus alami penurunan dari 12 persen di tahun 2019, menjadi 8 persen sekarang ini.

“Kalau kita lihat memang terjadi perubahan adaptasi kebiasaan setelah covid, yang tadinya memang media sudah menandakan disrupsi. Tapi dengan adanya pandemi, makin cepat,” ucapnya.

Sementara, masyarakat menghabiskan waktunya di televisi (TV) dengan media digital juga alami peningkatan selama pandemi.

“Average time spend-nya untuk TV dengan versus digital tinggi sekali. TV saja naik, 5 macam jadi 27 unit. Sedangkan average spend untuk digital hampir 8 jam atau hampir satu harian,” ujarnya.

Bila dilihat belanja iklan, lanjut Musa, tak semuanya alami penurunan. Iklan obat-obatan dan terkait higienisitas justru stabil di masa pandemi ini.

“Iklan yang turun tidak semua. Kalau kita lihat kategori-kategori yang menjadi concern covid ini, yang higienis, yang obat, belanja iklannya masih stabil. Walaupun memang terjadi selektif. Enggak semua turun,” katanya. (Kiki)