Dunia Catat Kematian Covid-19 Capai 7 Ribu Sehari

oleh -115 views

UPDATESULSEL-  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kasus Covid-19 baru sebanyak 260 ribu selama 24 jam terakhir. Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung. Jumlah kematian dunia juga melampaui angka 600 ribu sejak pandemi berlangsung.

Dilansir dari BBC, lebih dari seperempat jumlah kematian akibat Covid-19 terjadi di Amerika Serikat. Angka kematian harian juga melonjak hingga 7.360 kasus dalam satu hari, per Minggu 19 Juli 2020. Jumlah tertinggi sejak 10 Mei.

Sementara, jumlah infeksi global menurut Johns Hopkins University mencapai 14,3 juta dengan tambahan terbanyak terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2020. WHO mencatat Brazil, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan menjadi wilayah yang menyumbang banyak kasus baru.

Kasus melonjak di sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Wilayah seperti Florida, Texsas dan Arizona mencatat kasus terbanyak dan diketahui paling enggan menerapkan lockdown ketat dan tidak mewajibkan untuk menggunakan masker.

Florida kini menjadi episentrum penyebaran Covid-19. Dalam beberapa minggu terakhir, rumah sakit di sejumlah negara bagian juga mengumumkan tak bisa menerima pasien baru karena telah penuh. Upaya penerapan masker di Amerika Serikat menjadi isu politis kini.

Sementara di Brazil, kasus terus meningkat mengikuti tindakan penanganan Covid-19 yang banyak dipolitisasi.

India juga diprediksi akan menjalani hitungan bulanan sebelum sampai ke puncak kurva pandemi, meski saat ini India berada di negara ketiga dengan kasus terbanyak. Rumah sakit di Mumbai dan Bangalore jadi yang paling banyak merasakan dampak peningkatan pasien Covid-19.

Sedangkan di Eropa, terutama negara di bagian Barat, kini mulai membuka perbatasan dan memulai kegiatan ekonomi mengikuti pandemi yang bisa dikontrol.

Namun, terdapat pula peningkatan kasus di sejumlah wilayah tertentu, seperti di wilayah Katalonia, di Spanyol. Di wilayah tersebut sejumlah protokol diterapkan, seperti larangan pertemuan baik secara umum ataupun privat tak lebih dari 10 orang, larangan mengunjungi panti jompo, dan penutupan sanggar senam dan tempat hiburan malam.

Spanyol sendiri mengakhiri lokcdown nasional sekitar empat minggu lalu dan berharap segra bisa menggenjot industri pariwisata mereka. (Kiki)