Dewan Sebut Pengerokan Pasir di Kepulauan Sangkarrang Rugikan Warga Pesisir

oleh -237 views

UPDATESULSEL-  Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Kepulauan Sangkarrang bersama nelayan menggelar unjuk rasa di tengah laut, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (28/06/2020).

Pihaknya rela menggelar aksi tersebut, dengan menggunakan kapal nelayan sambil mengelilingi tambang pasir laut Boskalis tersebut ditengah laut.

Ketua KNPI Kecamatan Sangkarrang, Sardi mengatakan pertambangan pengerukan pasir merusak biota laut hingga menjadi ancaman serius terhadap perekonomian warga yang bekerja sebagai nelayan di pesisir Kota Makassar tersebut.

“Aktivitas tambang pasir laut oleh Boskalis di wilayah tangkap nelayan Kepulauan Sangkarrang dan Galesong Raya telah merusak wilayah tangkap dan menimbulkan kerugian bagi nelayan sehingga sangat mengancam keberlanjutan nelayan,” katanya, Minggu (28/06/2020).

Sementara ketua Komisi D DPRD kota Makassar, H. Abdul Wahab Tahir dalam temuan resesnya sebagai anggota DPRD dari dapil II kota Makassar menyesali pengerukan yang merusak laut disekitar kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Maka dari itu. Maka dari itu, dirinya akan menindaklanjuti tenuan dan laporan masyarakat di DPRD kota Makassar.

“Jika ini dilakukan terus-menerus maka akan terjadi abrasi atau perusakan.Di lokasi pengerukan itu tempat nelayan membudidayakan rumput laut, cumi. Ini juga merusak kelestarian laut.

Dengan kejadian itu, H. Abdul Wahab Tahir mengungkapkan pembangunan proyek Makassar new port membuat para nelayan di Pulau Kodingareng kehilangan mata pencarian.

“Pengerukan itu membuat nelayan harus kehilangan mata pencariannya. Mereka (news port) tidak manusia merusak laut. Pengerokan ini harus dihentikan tidak boleh dibiarkan terus menerus,” kesal H. Abdul Wahab Tahir. (*)