Banyak Kader Berebut Kursi Ketua DPD I, Golkar Dinilai Pertontonkan ‘Demokratisasi’

oleh -403 views

UPDATESULSEL– Banyaknya figur yang bertarung di Musda X Golkar Sulsel, memunculkan harapan baru bagi terciptanya demokratisasi yang sehat di partai ini.

Selama ini, Musda Golkar diberbagai daerah selalu diakhiri dengan aklamasi karena turunnya diskresi atau petunjuk dari DPP Golkar. “Ini kesempatan bagi Golkar untuk mempertontonkan demokratisasi di internalnya. DPP menurut saya harus membiarkan proses demokratisasi itu berjalan di Sulsel agar Golkar kembali pada marwahnya di daerah ini sebagai pemenang mutlak,” kata peneliti dari Nurani Strategic, Imran Mahmud, saat dikonfirmasi tadi malam.

Menurutnya, salah satu hal yang bisa memulihkan kepercayaan pemilih pada Golkar di Sulsel adalah diperlihatkannya keterbukaan di partai ini. “Pemimpin Golkar Sulsel harus tercipta dari bertemunya keinginan bawah yaitu para pemilik suara dan dari atas yaitu DPP. Jika itu terjadi, maka kepercayaan publik bisa dikembalikan dengan mudah karena ketua terpilih akan mendapat legitimasi kuat dari bawah,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Sekertaris Golkar Makassar, Wahab Tahir. Menurutnya Golkar di dalam berdemokrasi jelas patronnya yakni AD/ART dan Juklak. “Olehnya itu para calon kandidat yang ikut berkompetsi harus tunduk pada aturan tersebut. Jangan ciptakan aturan sendiri agar demokrasi ini bisa berjalan sesuai dengan harapan seluruh kader. Siapapun bakal calon silahkan memdekati para pemilik suara atau voters dengan cara-cara yang terhormat model Demokrasi golkar yang dasarnya telah diletakkan oleh para pendiri Partai Golkar,” jelasnya.

Proses penjaringan Musda X Golkar Sulsel telah melahirkan 9 figur calon ketua pengganti Nurdin Halid. Hingga ditutupnya batas akhir pengambilan formulir, Minggu, 18 Juli 2020, ada sembilan kader Golkar yang menyatakan diri akan ikut bertarung di Musda yang rencananya akan digelar tanggal 24 dan 25 Juli 2020. (Abu)