Sidang Suap Nurdin Abdullah Sopir Ungkap Nurdin Dicari-cari Eks Sekdis PUTR Sulsel Usai Terima Suap

oleh -2.126 views

UPDATESULSEL.NEWS- Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan (Sulsel) Edi Rahmat terungkap mencari-cari Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah setelah menerima uang dari kontraktor Agung Sucipto alias Anggu. Hal ini terungkap kala sopir Nurdin, Husain alias Uceng, menjadi saksi di persidangan.

Husain alias Uceng hari ini bersaksi di sidang kasus suap Nurdin Abdullah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Kamis (2/9/2021).

Uceng sempat memberikan kesaksian keliru bahwa Edi Rahmat hanya mencari ajudan Nurdin, yakni Syamsul Bahri, setelah menerima uang dari kontraktor Anggu, bukan mencari Nurdin Abdullah.

“Dia (Edi Rahmat) tanya (melalui sambungan telepon) di mana Syamsul Bahri, saya bilang ada sama Bapak (Nurdin Abdullah),” ucap Uceng di persidangan.

Namun jaksa KPK Zaenal Abidin memberi peringatan kepada saksi untuk berkata jujur. Dia pun bertanya lagi, siapa yang dicari Edi saat menelepon malam-malam dan Uceng tetap pada kesaksiannya bahwa Edi Rahmat hanya mencari Syamsul Bahri, bukan Nurdin.

“Cuma tanyakan sama Syamsul Bahri,” jawab Uceng.

Atas jawaban tersebut, jaksa Zaenal lantas memutar kembali rekaman percakapan Edi dengan Uceng yang disadap sebelumnya. Di rekaman itu terungkap Edi sebenarnya mencari-cari Nurdin Abdullah, bukan ajudan Syamsul Bahri seperti kesaksian Uceng di persidangan.

Dalam rekaman yang disadap tersebut, Edi awalnya menyapa saksi. Selanjutnya Edi menanyakan keberadaan Nurdin Abdullah.

“Di mana ki Pak Uceng, mana Bapak?” tanya Edi Rahmat melalui sambungan telepon.

Selanjutnya, Uceng menjawab dia dan Nurdin Abdullah sedang berada di kawasan wisata Lego-lego. “Di sini, di Lego-lego,” katanya.

Selanjutnya Edi menanyakan lagi keberadaan Nurdin Abdullah. “Ada Bapak di situ?” tanya Edi lagi.

Uceng pun menjelaskan Nurdin Abdullah sedang di Lego-lego. Dia juga menyinggung soal Nurdin mengurus kursi.

“Ada (Nurdin Abdullah) mau mi pulang tadi, tapi ada lagi kursi, Pak,” jawab Uceng.

Selepas pemutaran rekaman hasil sadapan tersebut, ketua hakim Ibrahim Palino lantas mengambil alih pemeriksaan saksi. Ibrahim lantas menanyakan kembali pernyataan saksi yang keliru.

“Dari awal saya peringatkan, Saudara jangan susahkan dirimu sendiri. Jangan memberi keterangan yang tidak benar. Saya ulangi lagi, yang ditanyakan siapa, Pak Syamsul atau Pak Nurdin?” tanya Ibrahim Palino.

Atas pertanyaan itu, saksi lantas mengaku pernyataan keliru karena salah dengar. “Saya kira tadi Pak Syamsul, Pak (yang ditanyakan),” jawab Uceng.

Selanjutnya, hakim Ibrahim menanyakan mengapa saksi begitu yakin sebelumnya bila yang dicari Edi Rahmat ialah Syamsul Bahri. Saksi kembali mengulang kesaksiannya bahwa dia salah dengar saat ditelepon.

“Pak Nurdin (yang dicari). Mungkin saya salah sebut,” ungkap Uceng.

Jaksa Ungkap Edi Rahmat Cari Nurdin Abdullah Karena Uang Anggu Sudah Diterima

Sementara itu, jaksa KPK Ronald Worotikan mengungkapkan Edi Rahmat mencari-cari Nurdin Abdullah karena Edi telah menerima uang dari Agung Sucipto senilai Rp 2,5 miliar. Di persidangan sebelumnya, Edi mengaku disuruh Nurdin menemui dan meminta uang kepada Agung Sucipto.

 

“Ada percakapan sekitar setengah 11 malam kalau nggak salah. Nah, percakapan itu dilakukan setelah Pak Edi Rahmat menerima uang dari Agung Sucipto. Nah, setelah adanya penerimaan uang itu, baru Pak Edi Rahmat menghubungi posisi (Nurdin) ada di mana,” katanya.

Fakta persidangan itu, lanjut Ronald, menunjukkan bahwa ada benang merah antara penerimaan uang oleh Edi dari Agung Sucipto dan keberadaan Nurdin Abdullah di Lego-lego.

“Tentunya kita kan bisa menarik kesimpulan seperti itu bahwa sebenarnya ada benang merah antara penerimaan oleh Edi Rahmat dengan keberadaan Nurdin Abdullah di Lego-lego,” ucap Ronald.

Nurdin Bantah ke Lego-lego karena Tunggu Uang dari Edi Rahmat
Sementara itu, Nurdin Abdullah membantah keberadaannya di Lego-lego karena berhubungan dengan penerimaan uang dari Agung Sucipto oleh Edi Rahmat.

Nurdin Abdullah mengatakan dia ke Lego-lego karena sedang mengurus kursi yang diantar ke tempat tersebut. Namun Nurdin tak banyak menyinggung soal urusan kursi tersebut.

“Pada saat saya di Lego-lego karena ada kursi yang diantar pakai pikap. Saya juga berada di sana. Saya kira Pak Husain tahu soal itu,” ungkap Nurdin Abdullah saat diberi kesempatan menanggapi fakta persidangan. (*)