Proyek Irigasi 1,1 Milyar Hancur, Petani di Desa Buttu Batu Kabupaten Enrekang Merugi

oleh -255 views

UPDATESULSEL.NEWS- Kalangan LSM mulai mengendus dugaan proyek bermasalah yang terjadi di wilayah pedesaan kabupaten Enrekang.

Salah satu saat ini diduga bermasalah sesuai informasi masyarakat setempat yakni proyek irigasi TA 2019 nilai pagu 1,1 milyar di dusun Garutu, desa Buttu Batu kecamatan Enrekang.

Bahkan hancurnya proyek irigasi yang sangat didambakan petani dusun Garutu serta dusun lainnya di desa tersebut menjadi sirna, sawah pertanian hancur dan merugikan rakyat.

“proyek irigasi ini belum lama dibangun tahun 2019 lalu, tak lama itu beberapa bulan kemudian mulai muncul retak dan temboknya roboh, “aku warga dusun Garutu Udin, Sabtu (14/11/2020).

Dalam pengakuan warga desa Buttu Batu Udin, rusaknya drainase yang dibangun untuk kelancaran usaha pertanian tidak lagi bisa difungsikan.

“”bangunan itu saat ini terbengkalai, padahal hancurnya bangunan saluran irigasi itu bukan karena hujan, longsor ataupun banjir ya hampir separoh dari panjang proyek itu sudah roboh,”aku Udin yang turut mengantar ke lokasi proyek diduga bermasalah ini.

Pihak teknis PU Enrekang melalui PPK proyeknya tak bisa ditemui karena di promosi menjabat Camat daerah ini.

Pastinya kabid PSDA yang juga baru menjabat Lukman, ST tak membantah permasalahan yang ada saat ini yakni hancurnya proyek irigasi di desa Buttu Batu dan telah menjadi temuan inspektorat Enrekang.

” proyek itu sedang dalam proses sedang dijanji untuk perbaikan oleh kontraktornya pada titik yang rusak, itu setelah jadi temuan Inspektorat Enrekang,”aku kabid PSDA Lukman, ST.

Rusaknya fisik bangunan dari proyek irigasi tersebut hingga saat ini belum ada perbaikan sebagaimana informasi kabid PSDA dinas PU Enrekang.

Terkait direktur CV. Berkah Amanah Fahrul saat dihubungi wartawan melalui sellulernya mengatakan, dirinya merasa baru tahu bahwa proyek tersebut mengalami kerusakan setelah beberapa hari terakhir.

” Ini baru berapa hari kami dapat kabar juga dari Dinas PU Enrekang bahwa proyek tersebut mengalami kerusakan,” ungkap Fahrul.

Kata dia, dirinya akan membenahi dan memperbaiki kembali proyek tersebut dalam waktu dekat ini.

” Betul pak Inshaa Allah saya benahi dalam waktu dekat, Inshaa Allah bulan ini juga pak saya sudah tunggu tenaga dari jeneponto tukangnya dulu yang kerja pak,” tambahnya.

Disinggung terkait mutu proyek diduga tidak sesuai bestek, Fahrul membantah perihal tersebut.

” Pasti sesuai RAB pak, kalau tidak sesuai mungkin tidak 20 an meter yang rubuh akibat banjir pak, bisa jadi lebih banyak yang rubuh.” jelasnya berlogika. (Wan)