Prof Yusran: Pj Wali Kota Kehilangan Akal Sehat

oleh -106 views

UPDATESULSEL.NEWS – Ketua Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Danny-Fatma, Prof Yusran Yusuf mengkritisi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Prof Rudi Djamaluddin. Bahkan, akademisi Unhas ini menyebut Pj wali kota seperti sudah kehilangan akal sehat.

Kontroversi teranyar adalah pencopotan kadis pariwisata Kota Makassar yang diduga disebabkan dana hibah pariwisata. Namun, bukan hanya itu, selama ini Pj wali kota tidak menunjukkan itikad baik terhadap wali kota terpilih.

“Misalnya tidak menghadiri tugas utamanya saat penetapan hasil pilkada di KPU, paripurna DPRD tentang penetapan KPU hasil pilkada, menutup komunikasi dengan wali kota terpilih. Bahkan memeriksa ASN yang bertemu wali kota terpilih yang dilakukan di luar jam kerja,” urainya.

Semestinya, lanjut Yusran, Pj wali kota memfasilitasi pertemuan dengan OPD Pemkot dan wali kota terpilih agar Visi Misi wali kota dapat diintegrasikan dalam APBD, RKPD dan RPJMD Makassar.

Lelang jabatan di Pemkot Makassar juga terkesan dipaksakan selesai sebelum pelantikan Danny Pomanto 17 Februari. Pengumuman hasil lelang jabatan hanya berselang 3 hari sebelum pelantikan wali kota terpilih.

“Saya kira publik bisa menilai. Selama ini kita merasa tidak ada itikad baik dari Pj. Makanya saya katakan sepertinya Pj ini sudah kehilangan akal sehat,” kata Prof Yusran.

Prof Yusran yang juga Mantan Pj wali kota Makassar mengingatkan, Pj wali kota bekerja untuk kepentingan masyarakat Makassar, bukan segelintir orang atau elite tertentu.

“Masyarakat telah memilih Danny-Fatma sebagai pemimpin Kota Makassar, harusnya Pj sadar posisinya yakni disumpah untuk melayani kepentingan masyarakat dan mengawal transisi pemerintahan,” katanya.

Prof Yusran saat ini ditunjuk sebagai ketua Tim Transisi Danny-Fatma. Tim transisi bekerja untuk mengawal program Danny-Fatma agar bisa bersinergi dengan OPD Pemkot Makassar.

Tim transisi beranggotakan pakar yakni Prof Yusran Yusuf sebagai ketua dan anggota Prof Aminuddin Ilmar, Prof Anwar Ramli, Dr Naidah Naing, dan Ustaz Iqbal Djalil.(*)