Pilpres 2024, NasDem Masih Ayun Anies Baswedan

oleh -15 views

UPDATESULSEL.NEWS– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny Gerrad Plate menyatakan, pihaknya belum mengerucutkan satu nama yang akan diusung sebagai calon presiden (capres) meski Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menyatakan kesediaannya.

Hal itu terungkap setelah pemberitaan satu media di Singapura, membeberkan pengakuan Anies Baswedan yang mengaku siap menjadi calon presiden di 2024 bila ada partai politik yang mencalonkan dirinya.

“Itu hak warga negara. Kita harus hormati apa lagi salah satu dari tiga orang warga negara yang masuk pengamatan atau diputuskan di Rakernas NasDem,” kata Johnny kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

“Itu hak warga negara dan proses politik berjalan panjang. Ini kan sudah masuk tahun politik,” tambahnya.

Berdasarkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem, partai tersebut menyebut tiga nama bakal capres yang akan diusung dalam Pilpres 2024, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Untuk catatan ya, NasDem selalu sampaikan, pertama, capres yang diusung harus punya kemampuan dan kesediaan menjaga kontinuitas pembangunan yang sudah dilaksanakan kabinet Pak Jokowi, harus punya komitmen dan kemampuan pelaksanaan,” paparnya.

Kedua, NasDem harus memastikan terbentuknya koalisi dengan syarat minimal yang ada di undang-undang yaitu 20 persen. Sehingga sampai saat ini proses komunikasi politik masih berlangsung dinamis.

“Apabila ada kader-kader, calon-calon, bakal calon yang kami rekomendasikan sudah secara resmi mengatakan kesediaan, itu salah satu langkah maju. Tapi ketua umum punya mandat dua hal itu sekaligus, jangan dipisah,” ujarnya.

Lebih jauh, Johnny mengungkapkan, bila ada calon dan pasangan, namun tidak ada koalisi parpol, maka proses politik tidak akan berjalan. Dan sebaliknya bila ada koalisi tapi tidak berhasil membentuk pasangan capres-cawapres juga tidak akan berjalan.

“Jadi dua hal itu saling berhubungan dan masih berjalan dinamis dalam diskusi yang penuh tanggung jawab demi menjaga demokrasi kita yang sehat,” jelasnya.

Di sisi lain, Johnny menyebut Partai NasDem tidak hanya saja menyiapkan sampai capres saja tapi juga mencakup calon koalisi, strategi politik, taktik yang sesuai sehingga capres tersebut dapat menang.

“Jangan diterjemahkan sampai di calon. Kalau sekadar calon bisa cepat, gampang kan. Tapi calonnya bisa menang tidak, otu perlu pendalaman, kerja sama politik karena realitas politik kita hanya satu partai yang bisa calonkan sendiri yaitu PDIP, tapi PDIP apakah jalan sendiri atau bergandengan tangan bersama-sama. Itu bagian strategi besar di PDIP yang kita semua hormati,” pungkasnya. (*)