Pembangunan Menggunakan Pinjaman PEN di Kabupaten Enrekang Disebut Asal-Asalan

oleh -792 views

UPDATESULSEL.NEWS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang telah dipastikan mendapat suntikan anggaran pinjaman dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 441,5 miliar dari pusat.

Pinjaman program PEN itu dari perusahaan BUMN yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) untuk 2021 ini.

Salah satu dari banyaknya perencanaan pembangunan di kecamatan Enrekang yang menggunakan anggaran PEN yakni, jembatan kampung Sudda mendapat sorotan dari anggota DPRD kabupaten Enrekang, Ali Suryaji Kartono.

Baginya, pembangunan jembatan Sudda yang di pusatkan di kampung Jawa yang tepatnya berada di kawasan Kuliner Swiss kota Enrekang justru meresahkan kehidupan masyarakat.

“Banyak pembangunan akan dikerjakan melalui anggaran PEN, salah satunya pembangunan jembatan kampung Sudda yang akan di pusatkan di kampung Jawa sepuataran Swiss kota Enrekang. Pembangunan jembatan ini tidak efektif jika dikerjakan di kampung Jawa. Sebaiknya pembangunannya di pindahkan ke Kecamatan Cendana. Lagian masyarakat di kampung Jawa sangat menolak pembangunan jembatan tersebut,” ungkap Ali Suryaji Kartono yang akrab disapa Angko, Kamis 16 September 2021 sore.

Dari segi potensi pertanian atau hasil bumi, kampung Sudda tidak masuk kategori wilayah andalan kecamatan Enrekang dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Enrekang.

“Dari segi jumlah penduduk dan hasil bumi di Sudda tidak bisa diharapkan menjadi andalan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas, Ali Suryaji Kartono.

Maka dari itu, dirinya mengutarakan jika Pemda Enrekang tidak memiliki konsep atau perencanaan yang baik memanfaatkan anggaran pinjaman PEN didalam mensejahterakan kehidupan masyarakat khusunya pelaku usaha kecil menengah.

“Banyangkan jika Pemda memaksakan membangun jembatan Sudda di kampung Jawa akan merugikan masyarakat di sana. Lahan masyarakat terkikis, rumah masyarakat harus di bongkar karena pembangunan jalan ke jembatan itu. Konsep pembangunan menakain anggaran pinjaman PEN yang di miliki PEMDA tidak jelas. Bahkan, pelaku UMKM tidak mendapat sentuhan dari pinjaman PEN itu,” jelas legislator Hanura ini.

Saat ini, Pemkab Enrekang tinggal menunggu pencairan pinjaman PEN sebesar, Rp 441,5 Miliar dari pemerintah pusat. Akan tetapi, beberapa proyek PEN sudah lebih dahulu berjalan dengan menggunakan uang peribadi dari pihak kontraktor atau perusaham yang memenangkan tender pengerjaan proyek PEN. (*)