Pasca Berhentikan Direksi Perusda, Wali Kota Makassar Langsung Umumkan Nama-nama Pejabat Sementara

oleh -1.362 views

UPDATESULSEL.NEWS – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tak perlu waktu lama mengisi kekosongan direksi enam perusda yang telah dicopot, Selasa (7/12/2021) kemarin. Bahkan, mereka telah memiliki tugas dan wewenang selama memimpin perusda.

Danny–sapaan akrabnya, mengumumkan nama-nama pejabat sementara di masing-masing perusda. Mereka ini terdiri atas unsur komisaris dan direksi yang sifatnya kolektif-kolegial. Tak ada jabatan dirut atau dirum, semua diputuskan bersama.

Perumda Air Minum Kota Makasar, komisaris akan dijabat Sekda Kota Makassar Muh Ansar dan Akademisi Unhas Prof. Aminuddin Ilmar. Sementara jabatan direksi diisi oleh Arifuddin Amarung, Benny Iskandar dan Asdar Ali.

Kemudian, Komisaris Perumda Parkir Makassar Raya Apriadi dan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Nur Kamarul Zaman. Sementara jabatan direksi diisi oleh Fadli dan Nikolaus Beni. Kata Danny, tugas mereka berat.

“Jadi, kita ingin Parkir saat ini menjadi perseroda seperti pengaturan usaha parkir dan kegiatan perparkiran tepi jalan itu masuk ke Dinas Perhubungan sebagai UPTD,” ucap Danny, Rabu (8/12).

Lalu, Komisari PD Pasar Makassar Raya diisi oleh Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan HAM Setda Kota Makassar, Nurhikma Reskiangsih. Sementara direksi akan dijabat oleh Thamrin dan Syamsul Bahri.

“Kalau PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ini, saya minta Pak Ika Natawijaya (mantan Direktur Bank Sulteng) dan Taslim (Mantan Kepala BPKAD Kota Makassar). Sementara direksi kita kasi Dirut BPR Qurani tapi status pejabat sementara,” paparnya.

Kemudian, Komisaris PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) akan dijabat oleh Nielma Palamba. Sementara, direksi Ahmad Susanto dan Syafrullah. Kata Danny, mereka akan merumuskan konsep aktivitas di PD RPH bekerjasama dengan seluruh instansi.

“PD RPH ini kan sudah gabung dengan dinas. Jadi, hasil RPHnya ini menjual daging. Mereka bekerjasama dengan program Tettere untuk bisnisnya,” jelasnya.

Lalu, PD Terminal, komisaris dijabat oleh Sekertaris Inspektorat Andi Asma Zulistia Ekayanti dan direksi Rizal Asjahad Rahman. “Namanya ini Tim Percepatan Penataan masing-masing perusda. Mereka bertugas selama enam bulan,” tegasnya.

Danny menjelaskan, tugas mereka menyusum rumusan terkait perusda. Mengelola perusahaan bahkan memiliki kewenangan untuk mengganti pejabat jika dianggap tidak sesuai kinerja berdasarkan program direksi.

“Tadi ada masalah di PDAM, saya perintahkan cepat bekerja karena sudah sah menjabat,” ungkapnya. (*)