Partai PRIMA Nilai Indonesia Butuh Poros Politik Baru

oleh -17 views

UPDATESULSEL.NEWS– Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menilai Indonesia membutuhkan poros politik baru. Menurut Agus poros baru itu mengusung politik anti-oligarki.

“Yaitu, penolakan terhadap segelintir elit-kaya yang memanfaatkan kekuasaan politik sekadar untuk melayani kepentingannya, menumpuk kekayaan,” kata Agus Jabo, dalam keterangan pers, dikutip Sabtu, 28 Agustus 2021.

Agus Jabo mengatakan, poros politik baru ini mesti menyematkan dua agenda utama.

Pertama, politik kesejahteraan, yakni memperjuangkan seperangkat kebijakan ekonomi dan politik untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

“Kedua, politik yang bersih dan demokratis, yang terwujud dalam penyelenggaraan kehidupan politik yang bersifat partisipatif dan transparan,” ujarnya.

Agus percaya, korupsi bisa diperangi kalau partisipasi rakyat diperkuat, pengelolaan negara makin transparan, kemerdekaan pers dijamin, penegakan hukum yang terpercaya, dan hak-hak politik rakyat dijamin.

“Kalau kita lihat konfigurasi politik Indonesia, hanya dua kubu yang dominan mewarnai politik Indonesia, poros Istana versus poros oposisi,” tandas dia.

Menurutnya, poros istana meliputi individu maupun kekuatan politik (partai-partai pendukung pemerintah) yang sedang berada di lingkaran kekuasaan. Sedangkan, poros oposisi mencakup Demokrat (SBY), PKS, dan kelompok konservatif.

“Masalahnya, kalau kita periksa rekam jejak dua poros itu, mereka bukanlah wajah baru. Merekalah yang mewarnai politik Indonesia sejak pasca reformasi hingga hari ini,” imbuh Agus Jabo.

Ia menegaskan, dua dekade pasca reformasi, kedua poros yang silih berganti memimpin Indonesia itu tidak bisa membawa negara keluar dari lilitan korupsi, kemiskinan, dan ketimpangan ekonomi. (**)