Melanggar Netralitas ASN, Istri Abdul Rahman Bando Mendapat Sanksi KASN

oleh -567 views

UPDATESULSEL.NEWS– Istri calon wakil Wali Kota Makassar Abdul Rahman Bando, Sulpiah menjabat sebagai Kepala Puskesmas (Kapus) Perumnas Antang melanggar aturan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Supiah bersama Camat Mamajang, Fadly Wellang telah mendapat surat rekomendasi sanksi dari Komisi Aperatur Sipil Negara (KASN).

Namun, rekomendasi saksi yang diberikan oleh KASN kepada Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) memiliki perbedaan. Sulpiah dijatuhkan sanksi hukuman disiplin sesuai ketentuan pasal 9 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010.

Sementara Fadly Wellang diberi sanksi moral berupa pernyataan secara terbuka sebagaimana yang tertuang dalam pasal 15 PP Nomor 42 Tahun 2004. Surat ini diketahui diterbitkan KASN pada tanggal 24 November.

Perlu diketahui, pelanggaranyang dilakukan Sulpiah yaitu ikut mendampingi kandidat nomor urut 2 Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando dalam proses pendaftaran di KPU Makassar. Ia juga menggunakan atribut milik paslon tersebut.

Sementara, Fadly Wellang mendapat sanksi akibat menyukai atau like status mengenai salah satu paslon Wali Kota di akun Facebook miliknya. Dan juga memposting gambar paslon.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Basri Rakhman mengaku telah mendapatkan informasi tersebut.

Namun, kata Basri pihaknya belum menerima surat rekomendasi tersebut dari KASN.

“Ada rekapan pelanggaran se-Indonesia termasuk Makassar, tapi nomor surat ji na sebut disitu. Nah itu yang belum ada sama kami, belum kita terima surat dan lihat isinya,” ungkap Basri saat dihubungi, Jumat (27/11/20).

Apapun yang menjadi rekomendasi dari KASN, tegas dia, mesti dilaksanakan. Keputusan penjatuhan sanksi selanjutnya akan diserahkan kepada Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian.

“Iya apapun rekomendasinya itu dilaksanakan,” Pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari kedua ASN yang mendapat sanksi. (Wan)