Massa Buruh Diserang Preman saat Demo di Disnaker Makassar

oleh -54 views

UPDATESULSEL.NEWS- Unjuk rasa puluhan pekerja atau buruh yang berlangsung di kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Jalan Ap Pettarani, Kota Makassar, Sulsel, berujung ricuh, Selasa 7 September 2021. Massa buruh diserang batu hingga panah busur oleh kawanan orang tidak dikenal.

Kerusuhan terjadi, berawal ketika massa buruh yang baru saja berorasi dengan menggunakan sound system di atas mobil, tiba-tiba mendapatkan serangan dari arah selatan, seberang jalan. Serangan tersebut berupa lemparan batu dan anak panah.

Adanya serangan batu itu, membuat massa berhamburan untuk menyelamatkan diri. Dan akibat serangan itu, mobil massa yang digunakan sebagai panggung orasi rusak parah. Kaca depan dan belakangnya pecah, sejumlah motor rusak dan bahkan kaca pos Satpam juga pecah.

Koordinator aksi, Johanis F mengatakan, pihaknya diserang oleh sejumlah pria yang diduga preman bayaran. Serangan berupa lemparan batu dan anak panah busur saat mereka tengah orasi untuk memperjuangkan hak-hak buruh di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan Makassar.

“Saat kami orasi, tiba-tiba ada sejumlah pria lempari kami. Sehingga, mobil kami itu pecah,” kata Johanis saat ditemui di lokasi kejadian.

Selain merusak kendaraan, lemparan batu itu juga mengenai sejumlah massa bahkan dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Beruntung saja, tidak ada luka serius terhadap korban yang terkena lemparan batu.

“Kami tidak terima ini, kami akan demo secara besar-besaran. Kami minta polisi untuk mengusut kasus ini. Karena mereka itu, sudah berada di lokasi sebelum kami datang. Mereka sudah standby menyerang,” jelasnya.

Atas peristiwa ini, Johanis F mengaku akan menempuh jalur hukum. Pihaknya akan melaporkan penyerangan dan perusakan tersebut di Mapolrestabes Makassar, agar para pelaku yang diduga preman bayaran ditangkap.

Terpisah, Kapolsek Rappocini, Kompol Syam mengaku masih melakukan penyelidikan kasus pelemparan ke arah massa buruh tersebut. Dia meminta kepada buruh melapor resmi ke kantor polisi terdekat.

“Kita anjurkan buat laporan polisi. Mereka katanya di serang orang hingga mobilnya rusak,” jelasnya. (*)