Mahasiswi di Pangkep Tewas Digilas Truk Sehari Dinyatakan Sarjana

oleh -52 views

UPDATESULSEL.NEWS – Mahasiswi bernama Rika Akbar di Kabupaten Pangkep, Sulsel, tewas mengenaskan usai digilas mobil truk. Rika meninggal sehari setelah dinyatakan sarjana.

Rika merupakan mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis Internasional, kampus Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Rika mengalami kecelakaan lalu lintas di depan kampus, Selasa 7 September 2021 lalu. Dia meninggal di lokasi kejadian.

Kepergian Rika meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi keluarga, kerabat dan bahkan dosennya. Sebab, Rika dikenal sebagai mahasiswi berprestasi dan ramah. Apalagi, Rika meninggal sehari setelah dia menyelesaikan studinya.

Berdasarkan rekaman video yang diterima Limapagi, pada Senin, 6 September 2021 lalu, Rika terlihat bahagia. Kebahagiaan ini bukan tanpa alasan. Rika mengenakan jas hitam saat mengikuti ujian skripsi. Ataukah ujian terakhir sebelum menyandang gelar Sarjana atau S.Tr.,A.B.

Rika dinyatakan lulus. Keberhasilannya itu, hingga dia tak kuasa untuk menahan derai air matanya. Gadis kelahiran Bulukumba ini bahkan, memeluk dosen pengujinya. Sang dosen yang mencintainya juga, langsung memasangkan selendang yang bertuliskan namanya.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Rika belum sempat menggapai cita-citanya. Sehari setelah dinyatakan sarjana, Rika juga dipanggil yang maha kuasa. Rika meninggal dunia. Dia digilas mobil truk.

Salah seorang sahabat Rika, Haura Ainun mengatakan, Rika meninggal dunia sehari setelah dinyatakan sarjana. Dia meninggal karena mengalami kecelakaan di depan kampus.

“Kecelakaan depan kampus. Rika dari di Bulukumba, dibonceng motor. Terus dalam perjalanan pulang, diserempet mobil truk, kemudian masuk ke dalam bawah mobil dan digilas,” kata Haura, Sabtu 11 September 2021.

Rika dikenal sebagai seorang mahasiswi berprestasi. Dia bahkan pernah membuat harum nama kampusnya karena berhasil memboyong piala pulang saat mengikuti Kompetisi Efest di Kota Malang. Selain itu, Rika juga dikenal orang baik hati dan loyal kepada seniornya di kampus.

“Rika anak yang pintar. Kami pernah sama-sama ikut lomba di Malang. Alhamdulillah kampus kami membawa pulang piala yang banyak. Dia anak yang sangat baik. Selalu ada disaat kami minta tolong,” bebernya.

Rika dimakamkan daerah Mandalle. Dalam pemakaman itu, terdapat kesedihan yang sangat mendalam. Sebab, sang ayah Rika, tidak hadir melihat terakhir kalinya anak gadisnya itu. Ayah Rika saat ini merantau di Malaysia.

“Di Mandalle dimakamkan. Mamanya ji ada. Kalau bapaknya sama saudaranya ada di Malaysia,” katanya. (*)