KPU Makassar Disebut Buang-buang Anggaran

oleh -14 views

UPDATESULSEL.NEWS-  Pelaksanaan debat kandidat Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar yang rencananya dihelat di Ibu Kota Jakarta menuai kritikan dari sejumlah pihak, tekhusus Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel.

Koordinator Bidang Fasilitasi Infrastruktur dan Perizinan KPID Sulsel, Muhammad Hasrul Hasan, menyebut keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menempatkan lokasi debat kandidat Pilwalkot Makassar di Jakarta dianggap tidak tepat dan hanya membuang anggaran besar alias mubazir.

Tak hanya itu, rangkaian tahapan kampanye Pilwalkot Makassar yang rencananya digelar selama dua kali di Jakarta dengan melibatkan stasiun TV nasional nantinya berdampak besar.

Salah satunya, menurut Komisioner KPID Sulsel ini, adalah KPU telah mengabaikan lembaga penyairan lokal yang ada di daerah.

Padahal, secara coverage area, siaran free to air bagi lembaga penyiaran lokal sudah bisa dan mampu menjangkau seluruh wilayah di Kota Makassar.

“Jadi, bagi kami debat kandidat yang diputuskan KPU Makassar digelar di Jakarta itu sangatlah mubazir dan secara khusus mematikan lembaga penyiaran lokal di daerah,” tegas Hasrul dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Pertimbangan lain, KPID menyoroti keputusan KPU, karena melihat situasi dan kondisi yang masih dalam masa pandemi.

Harusnya, lanjut Ogie, sapaan akrab Hasrul Hasan, KPU lebih memperhatikan serta memprioritaskan lembaga penyiaran lokal di daerah untuk pelaksanaan debat publik, mengingat skalanya hanya di sekitaran Kota Makassar. Bukan malah memberikan ruang besar kepada TV nasional.

“Penyiaran debat kandidat Pilwalkot Makassar harusnya menjadi gawean TV lokal bukan justru mengabaikan mereka,” sindirnya.

Menurutnya, secara Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur lembaga penyiaran lokal mumpuni menjadi penyelenggara debat.

Apalagi ditinjau dari segi siaran FTA free to air, lembaga penyiaran televisi baik SSJ maupun LPP TVRI mampu mencover wilayah Kota Makassar dan kabupaten sekitarnya.

Untuk itu, secara kelembagaan, KPID menyarankan KPU Makassar untuk meninjau kembali ketetapan dan keputusan yang telah diambil untuk menggelar debat kandidat Pilwalkot Makassar di Jakarta.

“KPU harus mempertimbangkan poin-poin di atas. Apalagi, anggaran atau cost yang dikeluarkan KPU dengan menunjuk lokasi debat di Jakarta tentu sangat besar. Bukan anggaran kecil,” terangnya. (Abu)