Korban Gempa Mengungsi ke Kabupaten Tetangga, Kondisi Memprihatinkan

oleh -9 views

UPDATESULSE.NEWS-  Rabu, 20/1/2021, Relawan KOPEL Indonesia menyambangi lokasi pengungsian korban gempa asal Desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene. Korban gempa ini mengungsi ke Kabupaten tetangga di Kelurahan Tinambung Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman.

Alasan mereka keluar dari daerah terdampak gempa karena khawatir dg gempa susulan yg setiap saat datang mengancam.

“Kami tidak tenang di sana, setiap saat terjadi gempa susulan. Kami takut” ungkap salah seorang korban pada tim relawan KOPEL.

Korban gempa dari Desa Mekkatta Malunda Kab. Majene ini sebanyak 39 KK dengan jumlah pengungsi sebanyak 180 jiwa yang sebagian di antaranya adalah anak-anak dan balita. Ada 20 orang balita dan 6 orang anak-anak selebihnya adalah orang dewasa. Mereka menempati 3 lokasi pengungsian antara lain di SMK, SMU Layonga dan di Kandeapi. Di lokasi pengungsian, di samping menempati emperan teras sekolah juga mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan.

Kondisi mereka saat ini cukup memprihatinkan. Di samping sanitasi yg buruk, air bersih, juga tidur beralaskan apa adanya. Bahkan beberapa anak mulai terserang penyakit. Protokol kesehatan jangan ditanya, di pengungsian tidak lagi menjadi prioritas.

Tim relawan KOPEL di lokasi pengungsian menemukan anak-anak dan balita sedang sakit. Mereka terpaksa hanya dibiarkan terbaring di lantai dengan alas seadanya bersama ratusan pengungsi yang lain. Belum diketahui jenis penyakitnya. Pihak keluarga mengaku sedang menunggu petugas kesehatan datang memeriksa.

Hingga kini tim relawan KOPEL sedang melakukan koordinasi dengan petugas daerah setempat untuk penangannya.

“Mudah-mudahan secepatnya tertangani”, ungkap Sri Wahyuni didampingi tokoh masyarakat setempat di Tinambung.

*Relawan KOPEL Muhdasink dari lokasi pengungsian melaporkan*