Kekayaan Adat dan Budaya Jadi Daya Tarik Utama Desa Wisata di Tana Toraja

oleh -113 views

UPDATESULSEL.NEWS – Indonesia begitu kaya akan adat istiadat dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki kebudayaan adat yang berbeda-beda. Salah satu daerah yang begitu kental dengan adat dan budayanya adalah Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Buat wisatawan yang ingin mengenal budaya di Tana Toraja bisa mengunjungi Desa Wisata Kole Sawangan. Desa Wisata ini telah ditetapkan sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sebagai desa wisata rintisan, Kole Sawangan dinilai siap menyambut wisatawan dengan atraksi dan daya tarik yang dimiliki.

Kekuatan adat dan budaya menjadi daya tarik utama dari desa wisata yang terletak di kaki Gunung Sado’ko ini. Seperti kawasan Toraja pada umumnya, di desa wisata ini wisatawan bisa menemui deretan Tongkonan atau rumah adat orang Toraja yang indah nan megah.

Tongkonan merupakan rumah panggung tradisional masyarakat Toraja berbentuk persegi empat panjang.

Di Kole Sawangan, wisatawan dapat melihat salah satu Tongkonan tertua di Toraja. Tongkonan tersebut awalnya dibangun pada tahun 1200 dan beratap batu. Namun pada tahun 1939, Tongkonan tersebut terbakar dan baru dipugar 7 tahun kemudian.

Melalui Tongkonan tersebut, wisatawan akan mendapatkan gambaran kesahajaan masyarakat Toraja yang sangat menghormati budaya luhur.

Di bagian depan Tongkonan, wisatawan bisa melihat deretan tanduk kerbau yang terpajang. Tanduk kerbau tersebut merupakan simbol bahwa pemilik rumah adalah tuan yang sudah melakukan upacara rambu solo’ yaitu sebuah upacara pemakaman secara adat atau pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.

Selain sebagai tempat tinggal, Tongkonan juga memiliki peranan kuat sebagai tempat rumpun keluarga dalam melaksanakan upacara-upacara yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, sistem kekerabatan, dan sistem kemasyarakatan.

Ekonomi kreatif di Desa Wisata

Selain kental dengan adat istiadat, desa wisata ini juga memiliki ekonomi kreatif yang patut dilirik. Kerajinan tenun dan manik-manik yang dikerjakan oleh para wanita di halaman depan Tongkonan jadi pengalaman jamak yang bakal wisatawan lihat jika mengunjungi desa wisata tersebut.

Selain kain tenun dan manik-manik, masyarakat di dalamnya juga mengembangkan kerajinan anyaman bambu seperti keranjang, nampan, tas, serta alat rumah tangga lainnya.

Serta tidak ketinggalan Kopi Pokko yang merupakan produk kopi kemasan jenis arabika yang ditanam langsung di kebun-kebun kopi rumah warga dan diroasting dengan alat tradisional sehingga memiliki cita rasa yang khas.

Wisatawan yang datang ke desa wisata ini juga dapat melihat berbagai seni seperti tarian Pa’gellu, yakni tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat di Toraja, Sulawesi Selatan yang sifatnya riang gembira.

Pa’gellu atau ma’gellu dalam bahasa setempat berarti menari-nari dengan riang gembira sambil tangan dan badan bergoyang dengan gemulai, meliuk-liuk lenggak-lenggok.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dengan berbagai potensi tersebut, Desa Wisata Kole Sawangan sangat layak untuk menjadi destinasi unggulan.

“Oleh karena itu kami akan menggagas bersama dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, tahun depan satu event internasional yang menandakan perjalanan kembali Toraja sebagai destinasi unggulan kedua setelah Bali,” kata Sandiaga saat mengunjungi Desa Wisata Kole Sawangan, Minggu, 21 November 2021. (*)