Kampanye di Kelurahan Parang, Zunnun Satukan Pentolan Kolom Kosong dan Eks Pemenangan Appi-Cicu Perjuangkan Irman-Zunnun

oleh -116 views

UPDATESULSEL.NEWS – Deretan tokoh dan komunitas yang memilih bergabung ke barisan pemenangan Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar nomor urut 4, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH (IMUN) semakin mengalir pasca setiap menggelar kampanye

Terbaru adalah pentolan tim pemenangan, Appi-Cicu dan Kolom kosong saat pilkada Makassar 2018 lalu di Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kamis (8/10/2020). Penegasan dukungan eks tim pemenangan, Appi-Cicu dan Kolom kosong dinyatakan para warga Parang saat mengikuti kampanye calon wakil Walikota Makassar, Andi Zunnun Armin NH.

“Saya dukung Irman-Zunnun, selain karena kepribadian dan kepeduliannya memajukan kota Makassar. Selain itu keduanya juga komitmennya bisa dipegang. Apalagi programnya sangat menjanjikan kesejahteraan masyarakat mulai dari pengalihan Pemerintahan kepada ketua RT, PBJS Kesehatan kelas tiga ditanggung pemerintah Kota Makassar di kepemimpinannya nanti,” ujar salah seorang warga Parang yang juga mantan loyalis kolom kosong pada Pilkada Makassar 2018, Anjas.

Sementara mantan relawan Appi-Cicu, Kamaruddin mengurai beberapa kekecewaannya dengan beberapa pasangan calon Walikota yang hanya mampu mengandalkan harta, dan penghargaannya sebagi modal maju bertarung di Pilkada Makassar. Kamaruddin mengaku konsep yang digagas pasangan Irman-Zunnun adalah bukti kedua pasangan tersebut memiliki pengalaman dalam mengelola pemerintahan.

“Makanya di pilkada kali ini kita jangan salah pilih. Saatnya Kota dipimpin figur seperti Pak Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Armin NH. Beliau putra asli Bugis Makassar, tak mungkin mempermalukan sesamanya. Beliau pemimpin yang kaya akan pengalaman untuk memajukan kota Makassar,” tegas Kamaruddin.


Sementara calon wakil Walikota Makassar, Andi Zunnun Armin NH mengungkapkan berbagai tantangan masyarakat siap diembannya bersama, Irman Yasin Limpo. Salah satu beban masyarakat yang akan diambil alih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, adalah iuran BPJS Kesehatan. Khususnya untuk pelayanan Kelas III.

“Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, iuran-iuran dan berbagai jenis pembayaran itu sangat membebani warga. Karena itu, persoalan pelayanan kesehatan, InsyaAllah jika kami diberi amanah, akan kami bayarkan iuran BPJS Kesehatan masyarakat,” kata Andi Zunnun Armin NH. (Wan)