Inspirasi Pencegahan Korupsi di Enrekang

oleh -49 views

UPDATESULSEL.NEWS-  Banyak inspirasi dalam diskusi pencegahan korupsi yang berlangsung di kafe Arnis kemarin. Diskusi terbatas itu diselenggarakan gabungan perwakilan masyarakat sipil diantaranya, Ikatan Difabel Enrekang (IDE), Pemantau Keuangan Negara (PKN), Komunitas Mahasiswa dan Masyarakat Pemerhati Massenrempulu, Komunitas Gerakan Enrekang Tanpa Korupsi (Gertak), Komunitas MassiKola, Komunitas Pemerhati Anak dan Perempuan (Paper) serta agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang.

Inspirasi menarik disampaikan Baba aktivis PKN terkait perjalan panjang dalam mengakses beberapa dokumen di Kabupaten Enrekang. Bahkan perjuangan Baba hingga kini masih menunggu putusan akibat adanya kasasi perkara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Enrekang lewat kuasa hukumnya. Praktik pencegahan korupsi yang dimulai dari diri sendiri telah dilakukan Baba. Hal ini dibuktikan adanya intervensi dan rayuan yang tidak mempengaruhi perjuangannya mengajak pemerintah Kabupaten Enrekang agar menjalankan amanah konstitusional terkait keterbukaan informasi publik.

Hal sama juga diceritakan Hardi dan Rahman aktivis Komunitas Pemerhati Massenrempulu yang banyak menggunakan media sosial dalam pencegahan korupsi. Kampanye lewat media sosial terkait isu yang berpotensi terjadinya korupsi tidak henti-hentinya dilakukan. Kampanye itu ternyata berdampak besar pada perbaikan kebijakan. Misalnya saja adanya gaji honorer yang tidak terbayarkan beberapa bulan di Dinas Kesehatan, akhirnya dapat diselesaikan. Termasuk beberapa persoalan layanan publik lainnya yang masih butuh perhatian. Rahman dan Hardi tetap semangat dalam pencegahan korupsi sekalipun tidak sedikit sorotan lewat akunnya.

Begitupula dengan Lutfy aktivis IDE, banyak bercerita suka duka dalam pendampingan difabel. Pencegahan korupsi dalam hal bantuan sosial bagi penyandang disabilitas terus dipantau dalam pandemi. Bahkan Lutfy tidak segan-segan mengkonfirmasi langsung kepada pemerintah jika terdapat indikasi korupsi yang melibatkan kepentingan disabilitas. Kepedulian yang ditunjukkan Lutfy salah satu nilai antikorupsi yang diterapkan mulai dari diri sendiri.

Sementara itu Rahmawati Karim agen SPAK Enrekang juga menceritakan jika tantangannya sangat berat dalam pilihan gerakan pencegahan korupsi. Intervensi menjadi santapan bagi Rahma.

Bahkan tidak sedikit rayuan baik berupa materi dan benda, termasuk ancaman kerap kali dihadapinya. Namun semua itu terlewatkan, sama yang dialami Baba, Rahman, Hardi dan Lutfy. Rahma optimis jika komitmen yang ditunjukkan lewat perilaku, salah satu kekutan besar yang dapat memotong mata rantai korupsi di Kabupaten Enrekang. (**)