HUT ke-13 LPSK, Jokowi Minta Masyarakat Tak Takut Bersaksi

oleh -20 views

UPDATESULSEL.NEWS – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) merayakan HUT ke-13 pada Selasa, 31 Agustus 2021. Dalam perayaan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia tak takut untuk bersaksi.

“Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk mendukung tugas-tugas LPSK dengan tidak takut bersaksi, menjadi sahabat bagi para saksi dan korban, serta membantu mewujudkan pemenuhan hak atas saksi dan korban,” kata Jokowi dalam acara Malam Perayaan HUT 13 LPSK yang disiarkan secara virtual.

Jokowi menyampaikan, selama 13 tahun berdiri, LPSK mengemban amanah negara dalam perlindungan kepada saksi, korban, pelapor, dan ahli dalam perkara kesehatan.

Menurut Jokowi, hal itu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penegakan hukum dan keadilan, menguatkan masyarakat inklusif dan damai, serta menyediakan akses keadilan untuk semua orang.

“Saya percaya LPSK akan selalu memberikan perlindungan dan pelayanan yang terbaik bagi saksi dan korban, untuk mewujudkan tanggung jawab negara di bidang hukum dan pemenuhan hak asasi manusia,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, sejak 2008 LPSK telah melakukan penguatan terhadap beragam bentuk hak saksi dan korban yang dikenal sebagai program perlindungan.

“Seperti perlindungan fisik, perlindungan hukum, perlindungan hak prosedural, pendampingan, relokasi, rehabilitasi bantuan medis, rehabilitasi psikologis dan rehabilitasi psikososial, sampai dengan memfasilitasi para korban dalam mengajukan ganti rugi dalam bentuk restitusi maupun kompensasi,” bebernya.

Dilansir dari laman lpsk.go.id, sepanjang 2020, LPSK menerima permohonan sebanyak 2.107 yang terdiri dari 1.454 permohonan perlindungan dan 653 permohonan konsultasi hukum.

Khusus untuk permohonan perlindungan, menurun jika dibanding pada 2019 yang mencapai 1.898. Pada 2020, jumlah terlindung LPSK yang berstatus sebagai saksi, korban, saksi pelaku, pelapor dan saksi ahli berjumlah 2.785. Jumlah itu juga menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.365.

Seluruh terlindung LPSK telah mendapatkan 4.478 program perlindungan seperti bantuan medis, bantuan psikologis, rehabilitasi psikososial, restitusi, kompensasi, perlindungan fisik dan pemenuhan hak prosedural. Selain itu, pada 2020, LPSK telah membayarkan kompensasi kepada 290 korban dengan nilai mencapai Rp43.259.428.736. (**)