HMI Komisariat FEB UMI Bahas Polrisasi Demokrasi

oleh -30 views
oleh

UPDATESULSEL.NEWS  – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI, Cabang Makassar melakukan dialog Kebangsaan di Aula FEB UMI Jumat 25 Agustus 2023.

Jumlah peserta: dihadiri 162 orang dari lembaga mahasiswa internal dan external kampus. Dialog bertajuk “Pendidikan politik: Mencegah polarisasi issusara menuju pesta demokrasi”.

Adapun 4 narasumber ya g dihadirkan antara lain: Rahmat Soekarno S.H (anggota Bawaslu kota Makassar), Gunawan Mashar S.H (anggota KPU Makassar), Muwaffiq Nurimansyah M. S.E., M.Ak., Ak (akademisi), kompol Joko pamungkas intelkam Polsek Panakukang.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Muhammad Arsyi Jailolo diwakili oleh Seorang perwakilan pengurus himpunan mahasiswa Islam cabang Makassar, A. Marean Prabowo wabendum Bidang Ekonomi dan UMKM mengatakan bahwasanya tidak perlu mabahasakan terlalu jau mengenai polarisasi issu sara.

“Tapi harus di kembalikan ke pada individu karena perubahan yang bersumber dari pada sekumpulan individu akan berdemokrasi atau berkelompok,” singkatnya.

Sedangkan, Rahmat Soekarno (Anggota Bawaslukota Makassar) menagtakan, semua pihak lebih mengutamakan pencegahan persoalan issu sara terkait akan di adakan pesta demokrasi nanti.

“Dan lembaga lembaga pemuda Dan mahasiswa itu bisa mendaftarkan diri di Bawaslu sebagai badan pengawas pemilu karena dengnan demikian para masyarakat ilmiah atau intelek bisa mengawasi secara lansung jalannya pemilu,” tuturnya.

Sedangkan, Gunawan Mashar (Anggota KPU Kota Makassar) menyampaikan, pemilu akan diadakan pada tahun depan 2024 yang dimana tahun tersebut adalah tahun politik.

“Pemilu akan di laksanakan pada 14 Februari 2024, bekerja berdasar tahap atau fase per fase,” ujarnya.

Menurutnya, nnak milenial jaman sekarang juga perlu mengetahui terkait pemilu. Jangan menganggap remeh yang nama pemilu, apa lagi sebagai mahasiswa, jangan terlalu apatis.

“Kami juga di KPU senantiasa melibatkan anak muda dan mahasiswa. Kami juga melatih mereka tentang oprator atau administrasi di KPU. Kami juga tdak menganggap remah teman-teman mahasiswa,” katanya.

Lanjut dia, upayanya adalah pihaknya melibatkan anak muda supaya dunia politik tidak selalu dianggap suatu hal yang di khusus oleh orang dewasa.

Menurutnya, pemilu hari ini adalah pemilu tahapan digital tujuannua adalah agar memudahkan calon serta memudahkan untuk mengecek keabsahan para calon.

“Anak muda hari ini seharusnya berperan aktif dalam memudarkan persoalan polarosasi ini. Setiap calon kita tidak perlu melihat persoalan latar belakang,” jelasnya.

“Elite baik adalah elite yang menyebarkan banyak gagasan yang pertaruhkan ide2 bukan yg justru yang mbuat suatu kericuhan atau selalu bahwa bendara dan lain sebagainya untuk memecah belah sesama masyarakat,” sambungnya.