Golkar Makassar: Jangan Pilih Pemimpin Pembohong dan Tak Komitmen pada Dirinya Sendiri

oleh -84 views
oleh

UPDATESULSEL- Sekertaris DPD II Golkar Kota Makassar, H. Abdul Wahab Tahir menyinggung bakal calon Walikota yang berbohong kepada masyarakat. Baginya calon Walikota yang suka mengatakan tak mau melihat Makassar mundur maka calon tersebut mati akal untuk membawa kemajuan di kota Makassar.

Sebab kata, H. Abdul Wahab Tahir kota Makassar saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang komitmen dan punya tindakan jelas untuk membangun kota Makassar pasca pandemi Covid-19. Diapun menjelaskan masyarakat kota Makassar tak butuh pemimpin yang hanya pandai menjanji.

“Kalau ada calon yang mengatakan ingin maju jadi calon Walikota dengan alasan untuk selamatkan kota Makassar dari kemunduran, saya pikir itu bukan lagi harapan masyarakat. Ditengah kehidupan masyarakat kota Makassar butuh pemimpin jujur, pemberani, dan komitmen untuk menyelamatkan masyarakat dari virus Corona. Saya memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat hari ini. Karena saya melihat langsung seluruh aspira masyarakat melalui peran saya sebagai anggota DPRD,” kata, H. Andi Wahab Tahir yang tak lain ketua Fraksi Golkar DPRD kota Makassar, Kamis (20/8/2020).

Legislator Golkar tiga periode itu menambahkan, tak rela Kota Makassar dipimpin oleh bakal calon yang melanggar komitmennya sendiri. Adanya Bakal Calon melanggar komitmennya dalam Proses Pilkada Makassar apalagi jika terpilih dan melanggar komitmennya atau janjinya kepada rakyat. Maka dari itu, Golkar Makassar optimis berada di garis terdepan melindungi rakyat dari segalah bentuk kebohongan dari bakal calon Walikota yang ingin merusak tatanan kehidupan orang Bugis Makassar.

“Ada calon yang bohongi dirinya sendiri, artinya mengemis minta dukungan partai Golkar dan minta kader Golkar berpasangan dengannya dan akhirnya meninggalkan komitmen tanpa permisi atau mappatabe. Ini Kota Makassar, masyarakat tak butuh pemimpin pembohong dan langgar komitmennya,” jelas Wahab Tahir sapaan akrabnya.

Calon yang dimaksudnya rupanya, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (Danny Pomanto). Mengapa tidak, ketua umum DPP Golkar Airlangga Hartarto datang langsung ke Kota Makassar untuk menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Danny Pomanto. Namin, Danny Pomanto dengan mudahnya mempermainkan dukungan Golkar. Yang mana meninggalkan Golkar tanpa pamit.

“Jika ada yang mengatakan Golkar yang menghianat dari Danny Pomanto itu pembohong. Danny Pomanto yang meninggalkan Golkar. Makassar tak butuh pemimpin pembohong, melainkan pemimpin yang jujur dan amanah,” ungkap, H. Abdul Wahab Tahir.

Untuk Pilwali Makassar, Golkar bakal berkoalisi dengan PAN bahkan dikabarkan PKS juga ikut dalam koalisi untuk mengusung bakal calon Walikota dan wakil Walikota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH. (**)