Ekonom: Realisasi Belanja Bansos Lambat

oleh -76 views

UPDATESULSEL– Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) pemerintah baru mencapai Rp 99,4 triliun hingga Juni 2020, atau 58,3 persen dari pagu anggaran pemerintah yang mencapai Rp 170,4 triliun.

Ekonom Centre of Reform on Economics (Core) Akhmad Akbar menilai serapan anggaran tersebut relatif lebih lambat jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

“Alokasi bansos besar, tetapi realisasi pertumbuhan tidak sebagus tahun lalu,” ujar Akhmad, Rabu (22/7/2020).

Pada 2019, realisasi bansos pada semester I atau hingga Juni 2019 tercatat sebesar Rp 70,5 triliun. Angka tersebut setara dengan 72,6 persen dari pagu anggaran untuk bansos dalam APBN 2019 yang mencapai Rp 97,1 triliun.

Akhmad menilai, kinerja penyerapan anggaran bansos tahun lalu didorong oleh momentum Pemilu 2019. Dengan demikian, penyaluran bansos pun dipercepat.

“Tahun lalu, pertumbuhan bansos besar karena ada Pemilu sehingga realisasi dipercepat,” ujar dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, seharusnya penyaluran bansos tahun ini dilakukan percepatan. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan bansos juga mengalami peningkatan di tengah pandemi yang menggerus pendapatan penduduk menengah ke bawah.

“Tahun ini meski ada bansos pertumbuhannya masih kalah dari tahun lalu. Realisasinya harusnya lebih cepat, semakin cepat mereka terjangkau semakin baik,” ujanya. (Kiki)