Dr HM Amir Uskara, Drone Memotret Indonesia Lewat Bukunya

oleh -39 views
oleh

UPDATESULS.NEWS – Dr. H.M. Amir Uskara:
Ibarat Drone Memotret Permasalahan Bangsa, Jalan Keluarnya Lewat Buku

Siapa yang tak mengenal Politisi Senayan yang berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Dr.H.M. Amir Uskara, Ketua Fraksi PPP DPR RI, Wakil Ketua Umum DPP PPP dan Wakil Ketua Komisi XI. Ia tak sekadar politisi sembarang yang hanya melulu mengurus politik, anggaran negara dan partai politik.

Tapi, ia pandai merangkum dan mengulas setiap kejadian penting di Negara ini dalam sebuah tulisan yang indah, menarik dengan beragam tema tulisan. Menariknya, Dr.AU di masa covid 19 yang mendera bangsa ini beberapa waktu lalu, ia berhasil merampungkan sebuah tulisan yang disebarkan di berbagai dunia maya menjadi satu kesatuan ekosistem tulisan yang dihimpun menjadi sebuah buku. Sebelumnya, ia melahirkan sejumlah karya bukunya, di antaranya Ayo Membangun Desa, Ekonomi Kerakyatan dan UMKM, PPP, dan Sajadah Pengabdian.

Dr. H.M. Amir Uskara, Percikan Pemikiran, kemudian Bertransformasi menjadi sebuah Judul Bukunya” 1001 Catatan dan Renungan Amir Uskara Dari Senayan” yang membingkai Dari Hantu BLBI, Belitan Covid 19, Ekonomi Hijau, Demokrasi Dunia,Buya Syafii dan Mbah Moen, Idul Fitri Dalam Perspektif Ekonomi dan Keadilan Sosial, dan Dedolarisasi untuk Keseimbangan Ekonomi dan Politik Global.

Tokoh Perbukuan Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, menilai tulisan-tulisan Dr.H.M.Amir Uskara, dalam bukunya, ibarat dunia yang tak ubahnya drone yang memotret di atas belantara permasalahan yang melingkupi bangsa kita. Tak terbayangkan sekiranya potret ini menukik kedalam hutan, menyaksikan dan mengurai subtansi apa sebenarnya yang kita hadapi bersama. Esai ini sebagai pintu masuk untuk menyingkap soal-soal yang lkebih detail. Pintu keluarnya adalah pekerjaan rumah seluruh pemangku kepentingan.

“Beranda horison dan Pemikiran Dr.H.M.Amir Uskara, Dari Senayan Memotret Indonesia yang Maju adalah contoh Politisi yang Ekonom Islam menulis” kunci Bachtiar Adnan Kusuma.