Desa Wisata Kadingeh Kabupaten Enrekang Masuk ke Tahap 300 lomba Anugerah Desa Wisata

oleh -27 views

UPDATESULSEL.NEWS– Sebanyak 24 Desa Wisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil masuk ke tahap 300 besar pada lomba Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Adapun 24 Desa Wisata itu tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulsel.
Adapun Desa Wisata yang lolos ADWI 2021, antara lain, Desa Wisata Bontolojong di Bantaeng, Desa Wisata Bulu-Bulu di Bone, serta Desa Wisata Tanah Toa, Desa Wisata Kahayya, Desa Wisata Bira, dan Desa Wisata Ara di Bulukumba.

Kemudian, Desa Wisata Labuaja Salukang Kallang dan Desa Wisata Rammang-Rammang di Maros, Desa Wisata Kole Sawangan di Tana Toraja, serta Desa Wisata Lembang Nonongan dan Desa Wisata Panta’nakanlolog di Toraja Utara.

Selanjutnya, Desa Wisata Panaikang Pantai Mallenreng dan Desa Wisata Barania di Sinjai, Desa Wisata Puncak Tanadoang Bontomarannu dan Desa Wisata Bahuluang di Kabupaten Selayar, Desa Wisata Lamperangan di Pangkep, Desa Wisata Kadingeh di Enrekang, Desa Wisata Campagaya di Takalar, dan Desa Wisata Binanga Karaeng di Pinrang.
Adapula Desa Wisata Sorowako di Luwu Timur, Desa Wisata Rinding Allo di Luwu Utara, Desa Wisata Buntu Buangin di Sidrap, Desa Wisata Kambo di Palopo, serta Desa Wisata Manuju di Kabupaten Gowa.

Diketahui, sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendaftarkan sebanyak 161 Desa Wisata. Dimana, Desa Wisata ini bersaing dengan Desa Wisata lainnya di wilayah lainnya se Indonesia.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku bersyukur karena 24 Desa Wisata di Sulsel lolos untuk masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata 2021. Sulsel menjadi provinsi kedua terbanyak secara nasional yang lolos dalam 300 besar.

Kegiatan ADWI 2021 ini merupakan ajang bagi Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Kita berharap ini bisa memotivasi bagi pengelola desa dalam mengembangkan dan menjadikan desa sebagai penggerak ekonomi dengan mengedepankan kearifan lokal setiap daerah,” ujarnya. (*)