Datang ke Rumah Perjuangan, Puluhan Ketua RT Curhat Soal Insentif ke None

oleh -45 views

UPDATESULSEL– Puluhan Ketua RT datang ke Rumah Perjuangan Irman Yasin Limpo – Andi Zunnun di Jalan Mapala, Minggu malam, 13 September 2020. Dalam pertemuan dengan Calon Wali Kota Makassar tersebut, mereka curhat mengenai insentif yang selama ini mereka terima.

Salah satu Ketua RT, Satriani, menuturkan, di masa kepemimpinan wali kota sebelumnya, ada insentif yang diterima Ketua RT. Namun, sangat jarang Ketua RT yang bisa menerima full, karena ada sembilan indikator yang ditetapkan.

“Untuk dapat insentif, harus capai sembilan indikator yang penilaiannya dari Lurah. Nah, sangat jarang Ketua RT yang bisa mencapai sembilan indikator ini,” ungkap Satriani.

Hal tersebut disampaikan Satriani, karena mendengar informasi jika None – sapaan akrab Irman YL, telah menyiapkan pola yang berbeda untuk para Ketua RT. Kedatangan Satriani, dan puluhan Ketua RT lainnya ke Rumah Perjuangan, ingin mendengarkan langsung dari None soal programnya tersebut.

Menanggapi curhatan para Ketua RT ini, None pun menyampaikan sejumlah programnya. Ia menjelaskan, sudah saatnya dilakukan downsizing pemerintahan ke tingkat RT. Ada pelimpahan sejumlah kewenangan ke tingkat RT, untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Salah satunya, untuk pengurusan administrasi kependudukan, dan sejumlah perizinan.

“Kita akan buat, pelayanan administrasi kependudukan tidak lebih satu kilometer dari rumah pemohonnya. Dimana itu? Di rumah Ketua RT. Untuk urusan KTP, KK, Akte Kelahiran, SITU, SIUP, TDP, cukup di Ketua RT,” jelasnya.

Karena adanya pelimpahan kewenangan, lanjut None, maka Ketua RT akan dibekali sejumlah fasilitas. Diantaranya, sepeda listrik sebagai kendaraan operasional, dan tablet untuk memudahkan kerja-kerja para Ketua RT. Tidak hanya itu, para Ketua RT juga akan diberikan gaji sesuai standar Upah Minimum Regional (UMR), yakni Rp 3,1 juta.

“Tidak boleh ada yang bekerja melayani masyarakat, tapi tidak digaji sesuai UMR. Itu artinya, pemerintah melanggar komitmen yang dibuat sendiri,” terangnya.

Adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ini juga menambahkan, pelimpahan kewenangan ke tingkat RT, juga akan disertai dengan biaya pembangunan. Besarannya, mulai Rp 15 juta hingga Rp 150 juta.

“Jadi kalau cuma memperbaiki paving blok atau gorong-gorong, tidak perlu menunggu musrembang. Langsung saja perbaiki, kan ada uang di Ketua RT,” imbuhnya.

Mendengar penjelasan None, Satriani beserta para Ketua RT lainnya, mengaku kagum dengan program yang disampaikan. Apalagi selama ini, banyak isu yang berkembang bahwa jika Pak None terpilih, akan menghapus insentif Ketua RT.

“Alhamdulillah, ternyata polanya jauh lebih bagus. Memang kerja-kerja Ketua RT bertambah, tapi sebanding dengan apa yang kita terima. Sehingga, betul-betul bisa fokus pada tugas kita nantinya,” kata Satriani.

Sementara, salah seorang Ketua RT yang hadir, juga diberi kesempatan untuk langsung mencoba sepeda listrik yang nantinya akan menjadi kendaraan operasional para Ketua RT, jika None terpilih sebagai Wali Kota Makassar. (*)