Dapat Suntikan Modal Rp 5 T, Ini Rencana PLN

oleh -23 views

UPDATESULSEL.NEWS– Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, menuturkan, upaya PLN dalam rangka mencapai posisi kinerja keuangan dan operasional yang sehat, terus dilakukan antara lain dengan melakukan peningkatan pendapat dan upaya efisiensi di berbagai sektor.

Zulkifli menjelaskan, selain upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi, dukungan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) juga menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kinerja keuangan dan juga untuk pembiayaan belanja modal dalam proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, khususnya pelaksanaan program listrik desa, termasuk pembangkit EBT & penunjang program listrik desa.

“Dukungan dari PMN tentu sangat penting bagi kami, terutamanya dalam meningkatkan kemampuan pendanaan PLN. Dana PMN akan digunakan untuk mendanai pembiayaan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya untuk peningkatan rasio elektrifikasi,” ungkap Zulkifli, dalam keterangannya, Kamis (19/11/2020).

Diketahui, sesuai Undang-undang APBN No. 9 Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 27 Oktober 2020, mengalokasikan PMN yang diberikan kepada PLN untuk tahun 2021 sebesar Rp 5 triliun.

Zulkifli merinci, Rp 2 triliun dana PMN tersebut digunakan untuk pembangunan transmisi dan gardu induk dan Rp 3 triliun digunakan untuk jaringan distribusi termasuk pembangkit EBT listrik desa penunjang program listrik desa.

“Pembangunan beberapa proyek PLN yang dibantu oleh PMN memiliki pengaruh yang positif kepada masyarakat. Setiap Rp 1 triliun PMN memberikan dampak multiplier terhadap Output Nasional sebesar 2,69. Diantaranya, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah 1,41 dan Penyerapan Tenaga Kerja sekitar 14.048 tenaga kerja,” tutur Zulkifli.

“Hal tersebut terefleksikan dengan realisasi PMN yang telah diberikan sejak 2015 hingga 2019 sebesar Rp 35,06 triliun. Hasil dari PMN itu disebut telah memberikan output berupa penyerapan tenaga kerja mencapai 492.535 orang,” lanjutnya.

Selain dukungan PMN, di tengah pademi Covid-19 ini, PLN juga terus berupaya meningkatkan pendapatan dengan cara meningkatkan penjualan tenaga listrik melalui program promo pemasaran, menjaga kecukupan pasokan listrik, dan memberikan tarif kompetitif untuk pelanggan industri sehingga mendorong konsumsi listrik sekaligus mendorong roda perekonomian.

“Selain itu, PLN juga melakukan efisiensi dengan mengoptimalkan bauran energi melalui produksi listrik dari pembangkit Non-BBM, menurunkan biaya energi primer dengan mengoperasikan pembangkit Energi Baru Terbarukan seperti Biofuel dan solar cell di daerah terpencil dan isolated, mengupayakan pemberlakuan DMO batubara dan gas dalam rangka menjamin kepastian biaya dan pasokan energi primer, serta melaksanakan program efisiensi pemeliharaan dan optimalisasi persediaan,” pungkas Zulkifli. (Kiki)