Dambakan Kepemimpinan Putra Bugis Makassar, Warga di Bontoala Sukarela Buatkan Atribut untuk Irman-Zunnun

oleh -171 views
oleh

UPDATESULSEL-  Keikhlasan dari berbagai kalangan masyarakat terus berdatangan untuk memenangkan pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH (IMUN)

Hal itu terlihat saat berbagai lapisan masyarakat di Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala bersuka rela membuatkan ratusan atribut pasangan IMUN. Tak hanya membuatkam atribut berupa spanduk, para masyarakat pun langsung memasang spanduk-spanduk tersebut dirumahnya masing-masing, bahkan hampir di setiap lorong-lorong.

Bagi masyarakat Kecamatan Bontoala, alasan bersatunya mereka memenangkan pasangan IMUN sebagai wujud mendambakan putra daerah Bugis Makassar menjadi pemimpin di kampungnya sendiri, pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar yang bakal digelar, 9 Desember 2020 mendatang.

“Hanya Irman-Zunnun (IMUN) yang akan konsisten menjaga menjaga jati diri orang Makassar, karena pasangan IMUN asli Bugis Makassar. Kalau ada calon Walikota atau calon wakil Walikota yang mengaku orang Makassar tapi tidak mampuh jujur, berarti dia tidak memahami karakter orang Bugis Makassar, dia tidak paham adat dan istiadat masyarakat yang akan dipimpinnya. Jangan ada yang ngaku anak Lorongnya Makassar kalau tidak mampu jujur,” kata tokoh masyarakat Keluarga Layang, Mustari, Jumat (28/8/2020).

Bahkan, Mustari menambahkan saat ini kota Makassar tak boleh dipimpin oleh oknum pembohong yang hanya suka mengedepankan kelompok tertentu. Baginya, masyarakat kota Makassar membutuhkan pemimpin jujur dan tidak sombong untuk menjaga harga diri orang Bugis Makassar.

“Kita tidak butuhkan lagi pemimpin yang suka mengandalkan prestasinya tetapi tidak mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Kita mau dipimpin oleh pemimpin yang tidak sombong, apalagi yang hanya mengedepankan kelompok tersebut saja,” tambah Mustari.

Sementara bakal calon wakil Walikota Makassar, Andi Zunnun Armin NH menjelaskan saat ini masyarakat tengah mengalami kesulitan dan keterbatasan ditengah menghadapi virus Corona atau COVID-19. Maka dari itu, dirinya menjelaskan sudah saatnya pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Persoalan administrasi kependudukan, masyarakat seharusnya bisa mendapatkannya paling tidak satu kilometer saja dari tempat tinggal mereka.

“Pemerintah itu hakekatnya melayani masyarakat. Kita mau, pelayanan itu mudah, ramah, dan dekat ke masyarakat. Jadi tidak harus terpusat di kantor pemerintahan saja. Saya bersama pak, Irman Yasin Limpo akan fokus memaksimalkan pelayanan. Kami tidak mau kejar prestasi dan penghargaan diatas penderitaan rakyat, itu bukan gaya kepemimpinan IMUN. Pemimpin yang banyak prestasi dan penghargaan tetapi tak mampu memberikan pelayanannya yang baik dan adil ke masyarakatnya, itu namanya pemimpin gagal,” jelas, Andi Zunnun Armin NH. (**)