Carut Marut Kementan, DPR Warning Menteri Syahrul

oleh -529 views

UPDATESULSEL.NEWS– Anggota Komisi IV Nuraeni menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) perlu berkolaborasi, bersinergi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi problematika yang dihadapi Kementan saat ini.

Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2021).

“Saya juga mendorong bagaimana dari sisi kinerja jajaran Kementan ini untuk lebih ditingkatkan dan diperkuat lagi serta melakukan kolaborasi, sinergi, koordinasi dengan pihak-pihak lain. Karena tidak mungkin persoalan fundamental tadi hanya diselesaikan oleh Kementerian Pertanian sendiri,” ujar Nuraeni

Menurutnya, berbagai masalah yang dihadapi Kementan saat ini mulai dari kelangkaan pupuk, kartu tani, kenaikan harga daging, serta impor produk seperti kedelai dan beras Vietnam yang terjadi di pasar tradisional merupakan isu yang fundamental, sehingga tentu ini menjadi tantangan bagi Kementan yang harus dijawab melalui kebijakan dan program di Tahun 2021.

“Ini menjadi tantangan bagi Kementan,” tegas politikus dapil Banten II.

Dalam laporannya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan, serapan anggaran Kementan Tahun 2020 mencapai 95,16 persen. Meskipun begitu, Nur’aeni tetap mengingatkan bahwa yang terpenting bukan seberapa besar anggaran mampu terserap, namun seberapa besar anggaran Kementan tepat sasaran dan berdampak positif bagi kesejahteraan petani.

Maka dari itu, politisi Partai Demokrat ini akan terus mendorong agar fokus perencanaan program dan anggaran dilakukan Kementan benar-benar untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri yang bermuara pada terpenuhinya kebutuhan domestik maupun tingkat ekspor yang tinggi guna mendukung penerimaan devisa negara.

“Kami mendorong agar fokus perencanaan program dan anggaran dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun dalam rangka ekspor guna mendukung penerimaan devisa negara,” tandasnya. (*)