Bupati Enrekang Asyik Beli Radis Baru di Masa Pandemi, Pakar: Biasanya Bupati Begini Banyak Masalahnya

oleh -487 views
New Mercy Benz V-260

UPDATESULSEL.NEWS-  Saat iini seluruh pemerintah daerah, bahkan pemerintah pusat fokus memprioritaskan anggaran untuk penagan virus Covid-19 ditengah kehidupan masyarakat.

Bupati Kabupaten Enrekang, Muslimin Bando justru membeli kendaraan dinas baru seharga Rp 1.600.000.000 (1,6 Miliar) yakni ulmobil dengan merk Marcedez Benz-V260.

Kehadiran kendaraan dinas baru Bupati Enrekang merek Marcedez Benz-V260 menuai sorotan dari sejumlah kalangan tokoh masyarakat Kabupaten Enrekang.

Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Enrekang, Umaruddin, S.pd, menjelaskan  jika masyarakat yang menyoroti kendaraan Dinas baru Bupati adalah orang yang tak paham akan kondisi Randis lama yang telah rusak. Kadang remnya blong, mati mesin tiba-tiba saat tanjakan atau saat dalam perjalanan (mogok).

Umaruddin juga menyampaikan jika kendaraan baru Bupati sangat penting. Demi kenyamanan dan kelancaran Bupati dalam menghadiri urusan pemerintahan. Tentu, menurut Umaruddin itu juga demi kepentingan masyarakat.

Menanggapi pernyataan Kabag Umum Setda Enrekang selaku penanggung jawab pengadaan kendaraan Dinas Baru Bupati. Pakar pemerintahan Sulsel, Bastian Lubis menilai Bupati Enrekang, Muslimin Bando tidak memahami kondisi yang dialami oleh masyarakatnya.

“Ini bupati yang nggak peka terhadap kesulitan rakyatnya. Harusnya pembiayaannya lebih memprioritaskan pada masalah pendidikan, kesehatan dan perbaikan ekonomi masyarakatnya, dibandingkan dengan membeli mobil dinas. Biasanya kepala daerah yang seperti ini diduga banyak masalahnya,” kata Bastian Lubis, Senin 6 September 2021.

Sementara pakar pemerintahan Universitas Hasanuddin Makassar, Ali Armunanto menjelaskan pembian kendaraan Dinas untuk Bupati menunjukka tidak adanya empati pemerintah atas berbagai kesulitan masyarakat di masa pandemi Covid 19.

“Saya rasa tidak ada larangan membeli kendaraan Dinas untuk Bupati, sepanjang tujuan atau alasannya jelas. Pemerintah mendorong refocusing anggaran untuk memfokuskan pembelajaan daerah untuk mendukung percepatan penanganan Covid 19. Pembelian kendaraan Dinas di saat pandemi tidak melangar aturan pemerintah. Namun, menunjukkan tidak adanya empati terhadap kesulitan yg sedang dihadapi oleh masyarakat ditengah pandemi,” jelas Ali Armunanto.

Disisi lain, pemerintah kabupaten Enrekang berencana meminjam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), padahal APBD Enrekang mampuh menanggung pembelian kendaraan Dinas untuk Bupati. (*)