Bawaslu Sulsel Sebut Terlapor Perzinahan Bukan Lagi Komisioner Bawaslu Makassar

oleh -39 views

UPDATESULSEL.NEWS – Komisioner Bawaslu Sulsel angkat suara terkait oknum Ketua Bawaslu Makassar berinisial N, yang dilaporkan ke kepolisian terkait perzinahan. Menurutnya, terlapor N bukan lagi bagian dari Bawaslu.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad mengatakan, terlapor telah mengundurkan diri sebagai komisioner Bawaslu Makassar. Alasan dia, untuk fokus dengan urusan dan kegiatan lain, sesuai dengan profesi awal.

“Sekitar 2 minggu lalu, yang bersangkutan telah menyampaikan pengungunduran diri sebagai komisioner Bawaslu Makassar,” kata Syaiful melalui keterangan resminya, Selasa 12 Oktober 2021.

Meski telah mengajukan pengunduran diri dari Bawaslu, tetapi posisi jabatan yang ia emban selama ini masih kosong. Ataukah belum ada penggantinya. Tetapi, terlapor N sudah tidak lagi melakukan kegiatan di Bawaslu.

“Meski belum ada penggantinya, tetapi N sudah menyatakan mundur dari Bawaslu dan tidak lagi menjalankan tugas sebagai Bawaslu,” tegasnya.

Kendati demikian, Syaiful mengaku kaget mendengar informasi tersebut. Ia berharap agar dapat diproses dan ditangani dengan baik. Serta tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah. Biarlah proses dan mekanisme hukum yang akan menjelaskan duduk masalahnya, apakah itu benar atau tidak.

“Posisi yang bersangkutan sebagai bukan lagi anggota Bawaslu (telah mundur), jadi tentu akan memudahkan proses penanganannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar, berinisial N, dilaporkan ke kepolisian terkait dugaan perzinahan. Dia dituding selingkuh dengan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Makassar, berinisial AP.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, AKP Muh Rivai mengatakan, telah menerima laporan atau aduan dari seorang pria berinisial S. Pria ini mengadukan istrinya berinisial AP dengan teman prianya, N. Mereka diduga menjalin hubungan asmara.

“Pengaduannya, ia (S) mengadukan bahwa istrinya berinisial A ada hubungan dengan pria berinisial N. Untuk saat ini, pengaduan tersebut sudah kami tindaklanjuti,” kata M Rivai kepada wartawan, Senin 11 Oktober 2021.

Apabila laporan aduan tersebut memenuhi unsur pidana, kedua terlapor dijerat pasal 284 KUHPidana tentang pidana perzinahan dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara. (*)