Aplikasi PeduliLindungi Dinilai Gagal Terapkan Prinsip Perlindungan Data

oleh -32 views

UPDATESULSEL.NEWS – Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menilai bahwa, aplikasi PeduliLindungi dinilai gagal menjamin prinsip perlindungan data pribadi masyarakat Indonesia.

ELSAM melaporkan sejumlah prinsip perlindungan data pribadi dari PeduliLindungi yang dinilai gagal diterapkan antara lain; keabsahan dan transparansi (lawfulness and transparency), keterbatasan tujuan (purposive limitation), minimalisasi data (data minimization).

Selain itu, akurasi, batasan penyimpanan (storage limitation), integritas dan kerahasiaan, serta akuntabilitas.

“Dengan sejumlah catatan permasalahan tersebut, menjadi sulit untuk menarik kesimpulan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi telah dilakukan secara akuntabel, yang menghendaki seluruh prinsip perlindungan data pribadi dipatuhi,” tulis ELSAM dalam keterangan pada Rabu, 29 Septermber 2021.

ELSAM juga menilai, penting bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagai pengendali data dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Sekaligus sebagai otoritas dalam perlindungan data mengacu pada Undang-Undang yang berlaku saat ini.

Hal ini, demi memastikan adanya audit menyeluruh terhadap aplikasi PeduliLindungi untuk menjamin kepatuhannya pada prinsip-prinsip pelindungan data pribadi, sekaligus penerapan kewajiban pengendali data, seperti kewajiban penerapan privacy by design, privacy by default.

ELSAM juga menyarankan, evaluasi kebijakan privasi serta syarat dan ketentuan layanan aplikasi PeduliLindungi, guna memastikan kesesuaian dengan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi.

Kemudian, lanjut mereka, DPR diminta mengoptimalkan fungsi pengawasannya, terutama pada penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dengan pemerintah sebagai pengendali datanya, agar dapat menjamin perlindungan hak konstitusional atas privasi warga negara.

“DPR dan Pemerintah juga perlu mengakselerasi proses pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi, dengan menghadirkan otoritas pengawas yang independen, guna menghindari risiko overlapping dalam perlindungan data pribadi, seperti yang terjadi hari ini,” terang ELSAM. (*)