Allah Turunkan Siksa Karena Manusia Berbuat Dosa

oleh -31 views

UPDATESULSEL.NEWS- Allah Subhanahu wa ta’ala, mempunyai pertimbangan tersendiri ketika menurunkan siksanya ke bumi. Demikian pula ketika Sang Khaliq memberikan karunia dan anugerahnya kepada manusia.

Allah Swt. berfirman : وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ( ayat-ayat Kami ) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ” (Q.S : Al-A’raf Ayat : 96 )

Namun, Allah Swt pun memberi peringatan kepada umat manusia tentang hal-hal yang memungkinkan hadirnya keserakahan di muka bumi. عَنْ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ وَيَتُوْبُ اللهُ عَلىٰ مَنْ تَابَ

Dari ‘Atha` dia berkata ; saya mendengar Ibnu Abbas ra. berkata ; saya mendengar Nabi Saw. bersabda :

“Sekiranya anak Adam memiliki harta sebanyak dua bukit, niscaya ia akan mengharapkan untuk mendapatkan bukit yang ketiga, dan tidaklah perut anak Adam itu dipenuhi melainkan dengan tanah, dan Allah menerima taubat siapa saja yang bertaubat. ” (H.R. Bukhari no . 6436 )

“Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu pandai bersyukur, dan terhindar dari kufur. Amin!” Demikian pesan Ustadz Keman Almaarif dari Jombang. Yang perlu menjadi perhatian pula, ada tujuh perintah dan larangan Nabi Muhammad kepada umat Islam.

Dengan memahami hal itu, niscaya kita sekalian akan bisa berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari. عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَنَصْرِ الْمَظْلُوْمِ وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ وَرَدِّ السَّلَامِ وَتَشْمِيْتِ الْعَاطِسِ وَنَهَانَا عَنْ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَخَاتَمِ الذَّهَبِ وَالْحَرِيْرِ وَالدِّيْبَاجِ وَالْقَسِّيِّ وَالْإِسْتَبْرَقِ Dari Al-Bara’ bin Azib

ra. berkata :
“Nabi Saw. memerintahkan kami tentang tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk ; mengiringi jenazah, menjenguk orang yang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang dizhalimi, berbuat adil dalam pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin. Dan Beliau melarang kami dari menggunakan bejana terbuat dari perak, memakai cincin emas, memakai kain sutera kasar, sutera halus, baju berbordir sutera dan sutera tebal. ” (H.R. Bukhari no. 1239 )

Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu taat kepada Nabi Muhammad, selalu mendapat ridho-Nya. Semoga bermanfaat bagi kita sekalian.(**)