‘Anda Jenius Atau Apa?’

oleh -28 views

Oleh: Aswar Hasan

Tahu adalah karunia Tuhan Maha Pencipta kepada manusia melalui akalnya. Karenanya, patut kita syukuri.
Sayangnya, masih banyak manusia yang tidak mensyukuri dan menyadari dirinya sebagai makhluk yang tahu dengan sebenar- benarnya tahu. Banyak diantaranya yang sok tahu, tidak mau tahu, takut tahu, pura-pura tidak tahu, hingga tidak mampu tahu. Akhirnya, kita pun dilarang tahu dan dianggap tidak tahu.
Ketidaktahuan adalah akar kebodohan dan pintu penjajahan. Itulah sebabnya Tuhan mengangkat derajat orang yang berpengetahuan ( QS. Al Mujadalah:11). Lalu diperindah dengan hadist Nabi; “barangsiapa keluar (pergi) untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sehingga kembali (HR. Tirmidzi).
Betapa mulia kedudukan orang yang tahu ( berilmu). Namun demikian, timbul masalah, karena jenis orang tahu itu tidak satu macam. Beberapa diantaranya bermasalah. Untuk lebih jelasnya, patut kita simak Qaulul Hukama (perkataan ahli hikmah) sebagai berikut;
Pertama, Ada orang yang tahu dan sadar bahwa dirinya tahu. Tipe orang seperti ini tidaklah banyak, dan jarang yang menonjolkan diri. Orang seperti inilah yang dibutuhkan saat ini, khususnya ketika hoaks dan propaganda yang menyesatkan mengepung kita. Tipe jenis pertama ini, sebagai tempat yang benar untuk kita bertanya, dan menjadi Nara sumber yang tepat bagi media berita.
Kedua, Orang tahu, dan tidak sadar bahwa dirinya tahu. Orang tipe seperti ini dibutuhkan oleh masyarakat akan pengetahuannya. Hanya saja, dia lagi terlena dan tidak sadar. Mungkin sedang terhipnotis oleh gemerlapnya dunia. Maka, kepada tipe orang seperti ini, perlu diingatkan, dibangunkan, agar segera sadar akan pengetahuannya itu, sehingga bisa bermanfaat bagi kemanusiaan.
Ketiga, Orang tidak tahu dan sadar bahwa dirinya tidak tahu. Kepada orang jenis ini, perlu segera diberi tahu, diajari, agar segera tahu dan tahu bahwa ia adalah manusia yang harus bisa tahu melalui akalnya supaya derajatnya bisa berbeda dari binatang. Karenanya, mereka wajib diajar dan wajib belajar.
Keempat, Orang tidak tahu dan juga tidak sadar bahwa dirinya tidak tahu. Maka hindarilah dia.
Manusia tipe keempat tersebut, adalah jenis manusia dungu. Lebih berbahaya lagi, kalau tiba-tiba tampil sebagai manusia yang berlagak tahu, padahal sesungguhnya dia tidaklah tahu alias Sok Tahu. Manusia jenis ini menjadi masalah bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Maka, jangan sama sekali memberi peran terhadap orang sejenis ini. Niscaya bisa rusak dan merusak. Boleh jadi, saat ini, jenis merekalah yang sedang merajalela di sekitar kita. Wallahu a’lam Bishawwabe.