2021, Bansos Sembako Diganti Jadi Uang Tunai

oleh -77 views

UPSATESULSEL.NEWS – Menteri Sosial Ad Interim, Muhadjir Effendy, menegaskan, mulai tahun depan, pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek berupa bantuan sosial tunai (BST).

“Bansos Jabodetabek skema yang kita gunakan ialah BST, tapi teknisnya masih harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Muhadjir, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).

Untuk bansos di luar Jabodetabek, lanjut Muhadjir, yakni bansos reguler dan jaring pengaman sosial Covid-19 tetap dilakukan seperti biasanya. Untuk kartu sembako atau bantuan pangan nontunai (BPNT) jumlahnya mencapai 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain itu, Kemensos juga akan memastikan bantuan tersebut betul-betul tepat sasaran. Artinya, uang yang diberikan itu hanya digunakan untuk kepentingan yang penting-penting saja.

Pasalnya, dia mengakui salah satu kelemahan dari BST ialah pemerintah tidak bisa mengontrol penggunaan bantuan setelah diberikan. Dikhawatirkan uang itu digunakan untuk membeli rokok dan sebagainya.

“Untuk satuan berapa jumlah per bulan dan per KPM itu untuk sementara Rp 200.000, tetapi kemungkinan akan diubah menjadi Rp 300.000,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, program BST ini sudah direncanakan pemerintah jauh-jauh hari. Artinya, program ini ditetapkan bukan karena kasus korupsi bansos Corona yang menimpa mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Peter Batubara.

Justru, kata dia, penyaluran bansos sembako untuk warga di Jabodetabek pada tahun 2020 ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan warga saat perayaan Idul Fitri yang lalu.

“Dan juga karena sebagian besar yang diberikan itu adalah orang dari luar Jakarta, jangan sampai (kalau Bansosnya berbentuk tunai), uangnya itu kemudian dibawa mudik atau untuk mudik,” terangnya.

Dengan program BST ini, Muhadjir meyakini pelaksanaannya bisa lebih diawasi. Sebabnya, proses penyalurannya tidak dilakukan dengan penunjukan langsung vendor.

“Kalau BST kan tidak ada penunjukan langsung. Jadi nanti langsung ditransfer, tetapi karena memang KPM tidak semuanya memiliki akun (bank), kemungkinan akan diantar melalui jasa PT Pos,” tuntasnya. (*)